INDUSTRY.co.id - Bojonegoro, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro berharap,pengembangan Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) Kabupaten Bojonegoro mampu menyerap tenaga kerja (naker) lokal.
"Harapan kami masyarakat Bojonegoro bisa memanfaatkan proyek nantinya, baik itu tenaga kerja maupun kesempatan kerjanya," ujar Kepala Disperinaker Kabupaten Bojonegoro Agus Supriyanto, di Bojonegoro, Rabu (8/2/2017).
Agus mengatakan, saat ini Disperinaker Kabupaten Bojonegoro sedang melakukan pelatihan untuk mempersiapkan naker yang mampu bersaing di dalam bidangnya. Selain itu pihaknya akan mengupayakan jika dibutuhkan tenaga ahli ada seleksi khusus sehingga nantinya bisa memprioritaskan dan mendidik warga Bojonegoro.
"Nantinya bisa melibatkan tenaga terbaik lulusan SMA/SMK di Bojonegoro untuk dididik dan dijadikan tenaga kerja di perusahaan. Selain itu angka pencari kerja di Bojonegoro juga bisa berkurang," ujarnya.
Pengembangan Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru tersebut dioperatori oleh Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC).
Menurut Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) Ali Masyhar, saat ini pengembangan lapangan gas JTB terus dilakukan. Ia memperkirakan pada 2019 atau 2020 nanti produksi gas lapangan JTB bisa dimulai.
“Iya sekarang di lapangan sedang dilakukan pekerjaan sipil. Nah, secara simultan berbagai persiapan dilakukan. Semoga pada 2019 atau 2020 nanti sudah bisa produksi gas,” ujar Ali.
Cadangan gas di lapangan JTB diperkirakan mencapai 2 triliun kaki kubik. Produksi gas lapangan JTB tersebut diperkirakan bisa berlangsung hingga 100 tahun. Namun, untuk memulai produksi gas lapangan JTB tersebut hingga saat ini pemerintah masih menunggu pembeli gas yang pasti.