Jakarta -Jakarta - Tidak jauh berbeda dengan sebelumnya dimana masih bertahannya aksi beli pelaku pasar diharapkan mampu membawa pasar obligasi dalam negeri kembali menguat dengan memanfaatkan sentimen global dimana pelaku pasar mulai berkurang kekhawatirannya akan resesi yang terjadi di Turki, adanya rencana pertemuan petinggi negara dari AS dan Tiongkok, hingga turunnya sejumlah imbal hasil obligasi AS.

"Selain itu, masih menguatnya Rupiah juga diharapkan dapat memberikan imbas positif pada pasar obligasi dalam negeri. Sejumlah imbal hasil pun masih berpeluang untuk kembali turun. Meski demikian, tetap cermati dan waspadai terhadap potensi pelemahan kembali," ujar analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (23/8/2018).


Kembali meningkatnya laju Rupiah masih memberikan sentimen positif pada laju pasar obligasi. Pelaku pasar memanfaatkan kenaikan tersebut untuk kembali masuk pada sejumlah seri sehingga terangkat harganya. Berkurangnya apresiasi USD yang diikuti dengan turunnya sejumlah imbal hasil acuan obligasi AS seiring aksi pelaku pasar yang menahan diri jelang rilis Fed Minutes turut menopang kenaikan pasar obligasi dalam negeri. Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata naik 1,04 bps; tenor menengah (5-7 tahun) turun 3,55 bps; dan panjang (8-30 tahun) turun 3,55 bps.

Laju pasar obligasi cenderung kembali menguat dengan merespon sejumlah sentimen positif. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo ±5 tahun dengan harga 92,14% memiliki imbal hasil 7,63% atau turun 0,06 bps dari sebelumnya di harga 91,91% memiliki imbal hasil 7,69%. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo ±20 tahun dengan harga 92,38% memiliki imbal hasil 8,29% atau turun 0,04 bps dari sehari sebelumnya di harga 92,00% memiliki imbal hasil 8,33%.

Pada Selasa (21/8), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price naik 0,17 bps di level 109,70 dari sebelumnya di level 109,51. Adapun, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price turun 0,003 bps di level 105,312 dari sebelumnya di level 105,315. Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 7,82% dari sebelumnya di level 7,84% dan US Govn’t bond 10Yr di level 2,820% dari sebelumnya di level 2,822% sehingga spread di level kisaran 499,8 bps lebih rendah dari sebelumnya 501,3 bps.

Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya cenderung variatif. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak turun tipis di kisaran level 9,80%-9,90%. Pada rating AA dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,15%-10,20%. Pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 11,35%-11,45%, dan pada rating BBB di kisaran 13,99%-14,02%.