INDUSTRY.co.id - Jakarta, Indonesia kembali menjadi tuan rumah acara olahraga terbesar setelah Olimpiade, Asian Games untuk kedua kalinya.
Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) berpartisipasi memeriahkan Asian Games 2018 dengan menghadirkan paviliun yang menampilkan produk-produk unggulan Indonesia.
Paviliun ini digelar bersamaan dengan pesta olahraga masyarakat kawasan Asia yang berlangsung pada 18 Agustus hingga 2 September 2018 di Gelanggang Olahraga (Gelora) Bung Karno, Jakarta dan di Gelora Jakabaring, Palembang.
"Kementerian Perdagangan tidak mau ketinggalan memeriahkan Asian Games ke-18 ini. Melalui Paviliun yang dihadirkan Kemendag, diharapkan dapat membangkitkan jiwa ‘Energy of Asia’ dari para atlet dan ofisial seluruh Asia untuk terus membeli produk Indonesia," kata Dirjen PEN Arlinda di Jakarta, Selasa (21/8/2018).
Paviliun Kemendag terletak di Asian Festival, di Zona Pintu 2, Stadion Utama Gelora Bung Karno (depan lapangan baseball), Jakarta. Paviliun Kemendag diisi dengan hasil produksi usaha kecil dan menengah (UKM) potensial dari sektor fesyen dan aksesori, kerajinan, furnitur, alat musik, mainan anak, kosmetik, dan makanan.
Sementara di Palembang, Paviliun Kemendag berada di Zona Festival 2 (bersebelahan dengan Panggung Utama Gelora Jakabaring). Adapun produk-produk yang ditampilkan adalah fesyen dan aksesori, kerajinan, perhiasan, makanan, kopi, dan cokelat.
Asian Games ke-18 diikuti oleh 11.280 atlet dan 6.000 ofisial dari 45 negara yang bertanding dalam 40 cabang olahraga dan 465 nomor pertandingan. Selama ajang ini, Indonesia disorot oleh 9.621 jurnalis dari 570 media. Jumlah pengunjung yang akan hadir selama Asian Games diperkirakan mencapai 20.000 orang per hari di Jakarta dan 15.000 orang per hari di Palembang.
“Semua mata tengah tertuju pada Indonesia. Dengan peluang besar ini, diharapkan produk-produk Indonesia yang berkualitas dapat semakin dikenal di negara-negara Asia yang pada akhirnya mendorong ekspor yang lebih besar ke negara-negara kawasan ini,” tandas Arlinda.
Asian Festival merupakan ajang pendukung dari Asian Games 2018. Ajang ini juga diikuti oleh Kementerian atau Lembaga dan pemangku kepentingan lainnya.
Perhelatan Asian Games 2018 juga menarik para pelaku usaha untuk melihatnya sebagai peluang. Genta Guitar, salah satunya. Perusahaan pembuat gitar akustik, gitar elektrik, dan ukulele ini sudah mengekspor produk-produknya secara rutin ke Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Taiwan, Singapura, dan Australia. Namun sayangnya, produk yang diekspornya selama ini menggunakan merek dari buyer.
Awan Nasution, sang pemilik Genta Guitar berharap, melalui Asian Games 2018, merek Indonesia seperti Genta Guitar dapat diekspor ke mancanegara, terutama Asia.
“Saya berkeinginan dapat mengekspor produk dengan merek sendiri, yaitu 'Genta'," ujarnya.
“Energy of Asia” sebagai slogan Asian Games 2018 berarti semangat yang terbentang pada keberagaman budaya, bahasa, dan peninggalan sejarah. Saat semua elemen ini bersatu dalam Asian Games 2018, Asia akan menjadi kekuatan utama yang diperhitungkan dunia.
“Semangat dari "Energy of Asia" adalah nilai-nilai yang dipegang teguh Indonesia, rumah bagi ratusan etnis dengan begitu banyak bahasa yang berbeda. Para pendiri Indonesia memiliki visi Indonesia sebagai bangsa yang kuat dan bersatu di bawah filosofi "Bhinneka Tunggal Ika," pungkas Arlinda.
Tahun 1962 tercatat sebagai Asian Games pertama bagi Indonesia sebagai kota tuan rumah. Ajang yang berlangsung pada 24 Agustus hingga 4 September itu dibuka secara resmi oleh Presiden Soekarno di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.
Ajang ini diikuti 1.460 atlet yang mewakili 17 Asian National Olympic Committees (NOC). Ada 13 cabang olahraga yang dipertandingkan, yaitu atletik, akuatik
(renang, loncat indah, dan polo air), bola basket, tinju, balap sepeda (jalan raya dan trek), hoki, sepak bola, menembak, tenis meja, tenis, bulu tangkis, bola voli, dan gulat. Asian Games 1962 ini memperebutkan 372 medali emas.