INDUSTRY.co.id - Jakarta - Masih adanya aksi jual membuat sejumlah seri masih berpotensi mengalami pelemahan. Di sisi lain, kondisi dalam negeri yang sepenuhnya belum membaik dapat menghalangi potensi kenaikan.
"Diharapkan aksi jual dapat berkurang untuk mengurangi potensi pelemahan pada pasar obligasi dalam negeri. Tetap cermati dan waspadai terhadap potensi pelemahan kembali di tengah minimnya sentimen positif pada pasar obligasi," ujar analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (16/8/2018).
Pergerakan Rupiah yang kembali melemah seiring masih adanya kekhawatiran berlebihan terhadap resesi ekonomi Turki memberikan sentimen negatif pada pergerakan pasar obligasi dalam negeri. Di sisi lain, meningkatnya imbal hasil global turut mempengaruhi pelemahan pada pasar obligasi dalam negeri. Namun demikian, mulai adanya kenaikan pada sejumlah seri tertentu mampu menahan pelemahan yang ada. Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata naik 8,13 bps; tenor menengah (5-7 tahun) naik 9,53 bps; dan panjang (8-30 tahun) naik 2,38 bps.
Laju pasar obligasi cenderung kembali melemah dengan adanya aksi jual. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo ±5 tahun dengan harga 91,68% memiliki imbal hasil 7,77% atau turun 0,02 bps dari sebelumnya di harga 91,50% memiliki imbal hasil 7,80%. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo ±20 tahun dengan harga 91,46% memiliki imbal hasil 8,39% atau turun 0,004 bps dari sehari sebelumnya di harga 91,42% memiliki imbal hasil 8,40%.
Pada Rabu (15/8), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price turun 0,05 bps di level 109,13 dari sebelumnya di level 109,18. Adapun, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price turun 0,21 bps di level 105,17 dari sebelumnya di level 105,39. Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 8,01% dari sebelumnya di level 8,05% dan US Govn’t bond 10Yr di level 2,87% dari sebelumnya di level 2,91% sehingga spread di level kisaran 514,3 bps lebih tinggi dari sebelumnya 512,9 bps.
Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya cenderung kembali naik. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak naik tipis di kisaran level 9,85%-9,90%. Pada rating AA dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,20%-10,25%. Pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 11,30%-11,55%, dan pada rating BBB di kisaran 14,01%-14,05%.