INDUSTRY.co.id - Jakarta-Kemarin IHSG melemah akibat kepanikan terhadap resesi ekonomi Turki. Ini akibat kepanikan investor dalam negeri yang beranggapan resesi tersebut bisa menjalar ke Indonesia. Wal hasil market merah kemarin.

Kemarin, pergerakan IHSG gagal bertahan di atas target support di kisaran 6058-6064.

Analis Pasar Modal Reza Priyambada menjelaskan, tampaknya pelaku pasar terlalu panik berlebihan dalam menanggapi sentimen dari resesi yang terjadi di Turki dengan pelemahan mata uangnya.

"Apalagi di pekan sebelumnya, telah dirilis penurunan cadangan devisa dan melebarnya defisit neraca pembayaran hingga berimbas pada pelemahan nilai tukar Rupiah," katanya di Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Ia katakan, kondisi tersebut membuat pelaku pasar mengasumsikan ekonomi Indonesia akan berpeluang terkena resesi seperti halnya Turki. Ditambah lagi dengan kenaikan yang cukup tinggi dari imbal hasil obligasi dan melebarnya spread obligasi dalam negeri dan AS makin membuat pelaku pasar panik.

"Asumsi itulah yang dimanfaatkan untuk menurunkan IHSG," katanya.