INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pergerakan imbal hasil obligasi AS yang meningkat dapat berimbas negatif pada pergerakan sejumlah seri obligasi dalam negeri. Tampaknya aksi jual dapat kembali terjadi seiring masih adanya sejumlah sentimen negatif.

"Tetap cermati dan waspadai terhadap potensi pelemahan kembali di tengah minimnya sentimen positif pada pasar obligasi," ujar analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Kemarin, kata dia, kembali melemahnya laju Rupiah seiring dengan tren kenaikan yang terjadi pada USD setelah merespon pelemahan pada EUR membuat pergerakan imbal hasil obligasi AS meningkat sehingga berimbas negatif pada pergerakan pasar obligasi dalam negeri. Pelaku pasar pun kembali melepas posisi pada sejumlah seri obligasi. Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata naik 3,59 bps; tenor menengah (5-7 tahun) naik 10,90 bps; dan panjang (8-30 tahun) naik 9,81 bps.

Laju pasar obligasi cenderung kembali melemah dengan adanya aksi jual. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo ±5 tahun dengan harga 91,87% memiliki imbal hasil 7,69% atau naik 0,20 bps dari sebelumnya di harga 92,62% memiliki imbal hasil 7,49%. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo ±20 tahun dengan harga 93,39% memiliki imbal hasil 8,18% atau naik 0,13 bps dari sehari sebelumnya di harga 94,55% memiliki imbal hasil 8,05%.

Pada Senin (13/8), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price turun 0,87 bps di level 109,73 dari sebelumnya di level 110,69. Adapun, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price turun 0,23 bps di level 105,54 dari sebelumnya di level 105,79. Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 7,98% dari sebelumnya di level 7,71% dan US Govn’t bond 10Yr di level 2,88% dari sebelumnya di level 2,87% sehingga spread di level kisaran 509,8 bps lebih tinggi dari sebelumnya 483,3 bps.

Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya cenderung kembali naik. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak turun tipis di kisaran level 9,70%-9,81%. Pada rating AA dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,10%-10,17%. Pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 11,12%-11,30%, dan pada rating BBB di kisaran 13,98%-14,02%.