INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan rekonstruksi infrastruktur yang terdampak bencana gempa bumi di Aceh pada 7 Desember 2016. 

Untuk menggantikan bangunan sekolah yang rusak, Kementerian PUPR pun telah membangun 20 sekolah permanen di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen. Pembangunan menggunakan anggaran tahun 2017 dengan nilai kontrak Rp 55,151 milar. 

Konstruksi yang digunakan adalah pengembangan dari teknologi RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat) yang dikembangkan Balitbang dan dikenal sebagai bangunan tahan gempa. Selain itu pengerjaannya dilakukan dengan sistem modular sehingga dapat dipasang secara cepat. Masa pelaksanaan pembangunan sekolah selama 150 hari. 

Teknologi yang sama potensial untuk digunakan dalam tahap rekonstruksi bangunan dan rumah yang rusak di Lombok yang rusak akibat gempa beberapa waktu lalu. 

“Untuk membangun secara cepat kata kuncinya adalah standarisasi dan pre-fabrikasi,” kata Dirjen Cipta Karya Danis H. Sumadilaga.  Sekolah yang dibangun dilengkapi ruang guru, perpustakaan, mushola, laboratorium dan toilet.

Sekolah-sekolah yang dibangun adalah SDN Tampui, SMKN 1 Bandar Dua, SMPN 4 Tampui, SDN Jie Jiem, SDN Peuduek Tunong, SDN Alue Sane, SDN Peulandok Tunong, SDN Malam Dagang, SDN Muka Blang, MAN Trienggadeng, MAS Ulumul Quran Pidie Jaya, MAS Panteraja, SMPN 2 Trieng Gading, SMA Negeri 1 Trienggadeng, SMPN 3 Bandar Baru Jiem Jiem, SMP Negeri 1 Samalanga, SDN Blang Bunot, SDN Jalan Rata, SDN 28 Bandar Baru dan SMKN 1 Bandar Baru.