INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah selesaikan rekonstruksi infrastruktur yang terdampak bencana gempa bumi di Aceh pada 7 Desember 2016 lalu.
Rekonstruksi yang telah selesai di antaranya yakni pembangunan 20 Sekolah Permanen di Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen, Pembangunan Masjid At-Taqarub, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Aziziyah, Pasar Ule Glee dan Fasilitas Kesehatan RSUD Kabupaten Pidie Jaya. Rekontruksi infrastruktur oleh Kementerian PUPR merupakan perintah dari Presiden Joko Widodo.
"Semua perbaikan dan penyediaan infrastruktur sudah dilakukan. Saya kira bisa kita lihat. Kita sudah perbaiki," jelas Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.
Melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya, Kementerian PUPR pembangunan Masjid At-Taqarub yang berada di Kecamatan Trienggadeng telah rampung dan sudah digunakan oleh masyarakat.
Masjid dibangun di atas tanah seluas 4.635 meter persegi sebanyak dua lantai dilengkapi fasilitas ruang wudhu pria dan wanita, perpustakaan,kantor sekretariat, ruang imam, ruang bilal, ruang rapat dan dapat menampung 2.000 jamaah.
Pembangunan STAI AL Aziziyah berupa bangunan 4 lantai dan 1 basemen yang dapat menampung 324 orang mahasiswa. Diharapkan dengan berfungsi kembali STAI AL Aziziyah turut membantu peningkatan sumber daya manusia dalam bidang pendidikan islam.
Sementara pembangunan Pasar Ule Glee di Kabupaten Pidie Jaya, berupa bangunan satu lantai dengan fasilitas meja pasar 23 unit, meja pasar daging 23 unit, dan 4 unit kamar mandi. Kini pasar trasidional Ulee Gle memiliki fasilitas yang representatif dan diharapkan bisa menghidupkan geliat perekonomian masyarakat. Pembangunan Masjid At-Taqarub, STAI Al-Aziziyah dan Pasar Ule Glee menggunakan anggaran APBN Kementerian PUPR tahun 2017-2018 sebesar Rp 56,14 miliar.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya yang mengalami rusak akibat gempa bumi juga telah selesai direkonstruksi oleh Kementerian PUPR dan siap untuk diresmikan. Fasilitas yang dibangun diantaranya instalasi gawat darurat, poliklinik dan ruang gas medik. Pembangunan menggunakan APBN TA 2017-2018 senilai Rp 21,136 miliar sejak 30 November 2017 hingga 27 Juli 2018.