INDUSTRY.co.id - Jakarta - Diperkirakan IHSG akan bergerak cenderung tertekan pada perdagangan selanjutnya dengan rentan pergerakan 6000-6081. Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya BSDE, EXCL, RALS, UNTR, ERAA, LTLS, SMSM, TKIM.
"Secara teknikal IHSG terkonfirmasi tidak mampu break out MA200 setelah pelemahan pada perdagangan hari ini dan lebih cenderung terkoreksi menguji support MA5 hingga MA20 pada pergerakan selanjutnya. Indikator Stochastic membentuk pola dead-cross pada level jenuh beli dengan momentum RSI yang tertekan seiring pulled back-nya pergerakan IHSG dengan upper bollinger bands," kata analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Jumat (10/8/2018).
Kemarin, IHSG (-0.48%) ditutup turun 29.57 poin dilevel 6065.26 dengan Sektor Pertanian (-1.35%) dan Pertambangan (-1.32%) menjadi pemimpin pelemahan. Komoditas tambang dan pertanian terkoreksi dan menjadi trigger pelemahan IHSG setelah sebelumnya menguat mendorong penguatan IHSG hingga bertahan diatas level psikologis 6000 dan mencoba menguji resistance rata-rata 200 hari. IHSG terkoreksi dengan rentetan data ekonomi yang melambat dan menjadi alasan aksi jual investor diantaranya Indeks Keyakinan Konsumen yang turun 124.8, Cadangan devisa turun menjadi $118.3 Miliar dan Tingkat penjualan eceran YoY yang hanya tumbuh 2.3% daru 8.3% diperiode sebelumnya. Investor asing pun kembali tercatat net sell 64.80 Miliar rupiah dengan saham BBNI, TLKM dan ADRO menjadi top net sell value.
Selain itu, kata dia ekuitas Jepang ditutup tertekan sejak awal sesi perdagangan. Indeks Nikkei (-0.20%) dan Topix (-0.26%) ditutup melemah setelah sempat dibuka gap down. Sedangkan Indeks HangSeng (+0.88%) dan CSI (+2.50%) di Hongkong dan China ditutup menguat optimis seiring laporan kinerja laba perusahaan ditengah semester mampu menjadi jeda aksi jual sejak awal pekan. Aksi pihak China yang menanggapi serangan perang perdagangan dengan tarif tambahan ke AS menjadi optimisme tersendiri. Data indeks harga konsumen dan produksi di Tiongkok pun menujukan ekspansi positif.
Sejalan dengan pergerakan ekutias di Asia yang cenderung tertekan kecuali Tiongkok. Indeks saham di Eropa membuka perdagangan dengan psimis. Indeks Eurostoxx (-0.11%), FTSE (-0.52%), DAX (+0.01%) dan CAC (-0.22%) dibuka pada zona negatif. Komoditas tambang Energy mengalami pelemahan sehingga membuat produsen energy di Eropa memimpin aksi jual. Ketegangan geopolitik AS dan negara-negara lain seperti Rusia, China hingga Eropa membuat nada pergerakan investor menjadi lebih slow dan berhati-hati. Sentimen selanjutnya diakhir pekan Investor akan merefleksikan data pengangguran dan indeks harga produsen di AS pada spekulasi pertumbuhan inflasi negara tersebut. Investor pun akan terfokus pada data GDP di Inggris. Dari dalam negeri akan rilis data indeks harga property Q2 dengan ekspektasi ekspansi menguat melihat trend penguatan di Quartal sebelumnya sejak 3 tahun terakhir