INDUSTRY.co.id - Jakarta - Diharapkan IHSG selanjutnya dapat bertahan di atas support 6043-6057 dan Resisten diharapkan dapat menyentuh kisaran 6078-6089. Pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh reaksi pasar terhadap nama-nama yang akan muncul dalam pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Analis Pasar Modal Reza Priyambada mengharapkan kondisi politik tidak banya mempengaruhi IHSG namun, dimungkinkan sejumlah pihak akan memanfaatkan kondisi tersebut untuk kembali melakukan aksi ambil untung nantinya seiring telah diumumkannya nama-nama tersebut.

"Apalagi jika kondisi global kembali melemah maka IHSG pun akan berpeluang bergerak di zona merah. Tetap mewaspadai terhadap sentimen-sentimen yang dapat membuat IHSG kembali melemah, terutama jika aksi profit taking kembali ada," katanya di Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Ia sodorkan saham-saham pilihan:

PGAS Trading buy selama mampu bertahan di atas 1940. Support 1920-1940 Resisten 2000-2020

MARK Trading buy selama mampu bertahan di atas 1590. Support 1585-1590 Resisten 16250-1630

BBTN Trading buy selama mampu bertahan di atas 2740. Support 2720-2760 Resisten 2810-2820

UNTR Trading buy selama mampu bertahan di atas 36475. Support 36400-36475 Resisten 36750-36850

KAEF Trading buy selama mampu bertahan di atas 2380. Support 2379-2380 Resisten 2430-2450

Kemarin, pergerakan IHSG berada di bawah target support di kisaran support 6076-6085 seiring mulai adanya aksi jual.

Jelang diumumkannya pasangan calon presiden dan wakil presiden membuat laju IHSG cenderung tertahan. Pelaku pasar memanfaatkan kondisi tersebut untuk kembali melakukan aksi jualnya.

Meski sejumlah nama diperkirakan akan menduduki posisi sebagai calon Presiden dan terutama calon wakil presiden namun, tidak banyak memberikan sentimen positif pada IHSG. Aksi menahan diri pun cenderung dilakukan dan bahkan laju IHSG terlihat melemah dalam di sesi kedua meninggalkan posisi 6100an yang dicapai di awal perdagangan seiring belum adanya nama pasti yang keluar sebagai pasangan tersebut.

Di sisi lain, berkurangnya aksi jual investor asing yang dibarengi dengan penguatan sejumlah bursa saham Asia tampaknya kurang kuat mempertahankan IHSG di zona hijaunya.