INDUSTRY.co.id - Jakarta - Diharapkan IHSG selanjutnya dapat bertahan di atas support 6066-6087 dan Resisten diharapkan dapat menyentuh kisaran 6118-6134. Pergerakan IHSG yang mampu mengalami kenaikan diharapkan dapat membuka peluang kenaikan lanjutan dengan memanfaatkan sentimen positif dari dalam negeri.
Analis Pasar Modal Reza Priyambada menjelaskan adanya rilis pertumbuhan GDP tersebut seharusnya akan positif buat pasar. Tetapi, di sisi lain sentimen ini bisa jadi ajang aksi profit taking buat pelaku pasar yg memanfaatkan kenaikan IHSG.
"Atau bisa juga buat pelaku pasar yg sebelumnya saat IHSG di bawah tidak sempat atau tidak berani masuk dan pada saat momen dimana IHSG naik tinggi justru berharap ada pelemahan biar di kasih kesempatan untuk masuk kembali," katanya di Jakarta, Selasa (7/8/2018).
Ia katakan, investor diminta tetap mewaspadai terhadap sentimen-sentimen yang dapat membuat IHSG kembali melemah, terutama jika aksi profit taking kembali ada.
Ia sodorkan saham-saham pilihan:
TCPI Trading buy selama mampu bertahan di atas 4290. Support 4250-4290 Resisten 4370-4430
MARK Trading buy selama mampu bertahan di atas 1540. Support 1535-1540 Resisten 1565-1570
INKP Trading buy selama mampu bertahan di atas 18925. Support 18825-18925 Resisten 19250-19300
INDR Trading buy selama mampu bertahan di atas 6850. Support 6800-6850 Resisten 7050-7125
BBNI Maintain buy selama mampu bertahan di atas 8125. Support 8050-8125 Resisten 8300-8350
Kemarin, pergerakan IHSG mampu melampaui target resisten di kisaran 6015-6024 seiring kembalinya aksi beli pelaku pasar.
Adanya rilis pertumbuhan GDP Indonesia di semester pertama tahun ini sebesar 5,27 persen YoY mampu mengimbangi sentimen negatif dari imbas pergerakan bursa saham Asia yang cenderung tertahan kenaikannya pasca merespon masih adanya friksi dagang antara AS dan Tiongkok terutama dalam hal pengenaan tarif impor atas keduanya.
Pelaku pasar memanfaatkan pelemahan sebelumnya untuk kembali masuk sehingga membuat IHSG mampu kembali ke zona hijau dengan kenaikan lebih dari 1,56 persen. Kembali adanya aksi beli asing senilai Rp259,99 miliar yang dibarengi dengan terapresiasinya Rupiah turut membantu penguatan IHSG.