INDUSTRY.co.id - Jakarta -  Diperkirakan IHSG akan cenderung bergerak menguat terbatas menuju MA200 dengan rentan pergerakan 6050-6145. Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya BSDE, INCO, INDF, CTRA, ISAT, LTLS, SCMA, SMSM, ADHI.


"Pergerakan IHSG menguat dengan kejenuhan pada indikator stochastic secara teknikal. Indikasi menguji level MA200 cukup dekat meskipun akan tertahan melihat momentum pergerakan yang mendekati overbought," ujar analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Selasa (7/8/2018).

 

Mayoritas saham Asia ditutup bervariasi. Indeks Nikkei (-0.08%), TOPIX (-0.56%) dan CSI (-1.27%) ditutup melemah sedangkan Indeks HangSeng (+0.52%) dan IHSG (+1.56%) ditutup menguat diawal pekan. Tiongkok mengisyaratkan tidak akan gentar dalam perang dagang dan menyiapkan beberapa tarif balasan yang lebih bijak.

 

IHSG (+1.56%) ditutup optimis menguat 93.59 poin kelevel 6101.13 seiring rilisnya data GDP tengah semester pertama tahun ini yang tumbuh signifikan 5.27% naik dari 5.01% dikuartal pertama. BI pun melihat adanya signal positif terhadap rupiah akibat pertumbuhan GDP yang diatas ekspektasi sehingga BI pun akan sedikit leluasa dalam tingkat suku bunga. Investor asing pun kembali net buy 359.98 Miliar rupiah dengan saham BBCA, BBTM dan TLKM menjadi top net buy value investor asing.

 

Ekuitas Eropa dibuka pesimis dengan pelemahan hampir seluruh indeks di Eropa. Indeks Eurostoxx (-0.10%), FTSE (-0.26%), DAX (-0.38%) dan CAC (-0.14%) dibuka pada zona negatif. Pound jatuh setelah menteri kunci Inggris memperkirakan perpecahan yang berantakan dari Eropa. Euro datar setelah pabrikan Jerman tertekan pada kinerja keuangannya pada bulan Juni. Sentimen selanjutnya investor akan terfokus pada data devisa dan indeks keyakinan konsumen dari dalam negeri. Sedangkan dari global investor akan terfokus pada data komposisi eksport import dari neraca perdagangan negara-negara di Eropa hingga stock persedian minyak di AS.