INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pergerakan imbal hasil global yang kembali bergerak turun diharapkan dapat memberikan sentimen positf pada pasar obligasi dalam negeri sehingga diharapkan dapat membuka peluang pasar obligasi dalam negeri untuk kembali menguat.
"Tetap cermati dan waspadai terhadap potensi pelemahan kembali jika sentimen positif yang ada kurang kuat mendukung bertahannya pasar obligasi," ujar analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Senin (6/8/2018).
Meski laju Rupiah kembali melemah namun, sejumlah seri obligasi mampu bergerak positif seiring kembalinya aksi beli. Di sisi lain, pergerakan USD yang melemah terhadap sejumlah mata uang dunia berimbas pada melemahnya sejumlah imbal hasil obligasi AS. Pelaku pasar pun memanfaatkan kondisi tersebut untuk kembali masuk. Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata turun 9,17 bps; tenor menengah (5-7 tahun) naik 7,05 bps; dan panjang (8-30 tahun) naik 0,67 bps.
Laju pasar obligasi cenderung kembali berbalik melemah dengan adanya aksi juak. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo ±5 tahun dengan harga 92,00% memiliki imbal hasil 7,65% atau naik 0,04 bps dari sebelumnya di harga 92,14% memiliki imbal hasil 7,61%. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo ±20 tahun dengan harga 93,63% memiliki imbal hasil 8,15% atau naik 0,02 bps dari sehari sebelumnya di harga 93,85% memiliki imbal hasil 8,13%.
Pada Jumat (3/8), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price turun 0,20 bps di level 109,80 dari sebelumnya di level 110,01. Adapun, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price naik 0,04 bps di level 105,26 dari sebelumnya di level 105,21. Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 7,830% dari sebelumnya di level 7,832% dan US Govn’t bond 10Yr di level 2,95% dari sebelumnya di level 2,99% sehingga spread di level kisaran 487,6 bps lebih tinggi dari sebelumnya 484,2 bps.
Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya cenderung mendatar. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak turun tipis di kisaran level 9,76%-9,86%. Pada rating AA dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,10%-10,15%. Pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 11,25%-11,35%, dan pada rating BBB di kisaran 13,99%-14,02%.