INDUSTRY.co.id, Jakarta - Bandung, menjadi salah satu tujuan wisatawan untuk berlibur untuk menikmati suasana sejuknya, berkunjung ke berbagai destinasi wisata alam, hingga mencicipi kuliner lezat di sana. Semakin hari, destinasi wisata di Bandung mulai berkembang pesat, melihat potensi tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Bandung, H. Agus Firman Zeani mengatakan bahwa Kabupaten Bandung tengah merencanakan sebagai destinasi wisata halal.
"Dari wisatawan ini mempercepat proses pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bandung, semakin banyak orang datang maka makin banyak pendatpatan," ujarnya saat ditemui Industry.co.id di Pinisi Resto, Glamping Lakeside Rancabali, Ciwidey, Bandung, dalam acara temu dialog yang digelar oleh Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata, Kamis malam (2/8/2018).
Dalam rencana untuk menjadikan Kabupaten Bandung sebagai destinasi wisata halal, Agus berniat untuk menargetkan pasar Timur Tengah yang menurutnya dapat menguntungkan dari sisi pendapatan. Pasalnya, wisatawan Timur Tengah walaupun jumlahnya sedikit namun mereka belanjanya banyak.
"Sampai hari ini Timur Tengah belum masuk ke Kabupaten Bandung, yang baru masuk ada Malaysia, Singapura dan Cina," katanya.
Menurut Agus, salah satu alasan Kabupaten Bandung akan dijadikan wisata halal karena Bandung 90 persen lebih menganut agama Muslim. "Halal tourism ini sedang tren, banyak seperti negara non Muslim yang masuk ke dalam destinasi halal. Apalagi, kita pada umumnya di Kabupaten Bandung 90 persennya warga Muslim," tambah Agus.
Menjadi destinasi wisata halal, Agus mengatakan dirinya sedang membuat berbagai persiapan. Seperti, mengadakan pertemuan dan berkoordinasi dengan Salman Center Halal ITB (Institut Teknologi Bandung). Tahap awal menurutnya yakni dengan yang paling ringan yaitu, hotel.
"Tahap awal yang ringan-ringan yakni hotel, dengan menyediakan untuk tamu yang datang ditawari sajadah. Karena, halal tourism berdasarkan dengan sariat Islam ya seperti itu. Ada tempat salat, makanannya juga akan difokuskan dengan makanan yang halal," imbuhnya.
Agus berkata bahwa pihaknya walaupun belum tahu akan di destinasi yang akan dipilih ia mengatakan bahwa kini sudah berbicara dengan para pelaku industri pariwisata. "Kita belum tahu destinasi yang mana, tetapi kita sudah bicara dengan para pemilik hotel, destinasi hingga kepada MUI (Majelis Ulama Indoensia)," pungkasnya.