INDUSTRY.co.id - Jakarta - Masih adanya sentimen negatif, terutama dari pelemahan Rupiah, membuat laju pasar obligasi dalam negeri masih berpeluang kembali mengalami pelemahan. Tetap cermati dan waspadai terhadap potensi pelemahan kembali jika sentimen positif yang ada kurang kuat mendukung bertahannya pasar obligasi.


"Namun demikian, adanya sentimen dari pergerakan imbal hasil obligasi AS yang cenderung turun setelah merespon tetapnya suku bunga The Fed diharapkan dapat berimbas pada pergerakan pasar obligasi dalam negeri dimana kenaikan imbal hasil yang terjadi dapat tertahan," kata analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (3/8/2018).

Kembali melemahnya laju Rupiah yang terimbas terapresiasinya USD seiring imbas kekhawatiran akan gagalnya kesepakatan dagang antara AS dan Tiongkok membuat sejumlah imbal hasil obligasi dalam negeri meningkat. Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata naik 1,49 bps; tenor menengah (5-7 tahun) turun 2,00 bps; dan panjang (8-30 tahun) turun 0,35 bps.

Laju pasar obligasi cenderung kembali berbalik melemah dengan adanya aksi juak. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo ±5 tahun dengan harga 92,14% memiliki imbal hasil 7,61% atau naik 0,01 bps dari sebelumnya di harga 92,16% memiliki imbal hasil 7,61%. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo ±20 tahun dengan harga 93,85% memiliki imbal hasil 8,13% atau naik 0,05 bps dari sehari sebelumnya di harga 94,35% memiliki imbal hasil 8,07%.

Pada Kamis (3/8), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price turun 0,06 bps di level 110,01 dari sebelumnya di level 110,08. Adapun, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price turun 0,01 bps di level 105,21 dari sebelumnya di level 105,20. Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 7,83% dari sebelumnya di level 7,71% dan US Govn’t bond 10Yr di level 2,99% dari sebelumnya di level 2,87% sehingga spread di level kisaran 484 bps lebih tinggi dari sebelumnya 474 bps.

Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya cenderung meningkat. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak naik di kisaran level 9,77%-9,87%. Pada rating AA dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,12%-10,17%. Pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 11,20%-11,30%, dan pada rating BBB di kisaran 13,99%-14,02%.