INDUSTRY.co.id - Jakarta - Diperkirakan IHSG akan bergerak cenderung tertekan diakhir pekan dengan rentan pergerakan 5886-6030. Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya JSMR, SMSM, UNVR, TRAM, PWON, SMRA, TLKM.
"Secara teknikal IHSG bergerak terkonsolidasi setelah mencoba kembali pada level psikologis 6000. Pola candlestick membentuk bullish counter attack dengan indikasi kembali tertekan diakhir pekan. Indikator stochastic bergerak dead-cross pada area overbought dengan momentum yang tinggi pada indikator RSI," kata analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi, Jumat (3/8/2018).
Ekuitas Asia ditutup mayoritas terkoreksi. Indeks Nikkei (-1.03%), TOPIX (-1.00%), HangSeng (-2.21%), CSI (-2.22%) dan KOSPI (-1.60%) melemah signifikan dibawah 1%. Penurunan tajam di China dan indeks saham Hongkok dipicu oleh Trump yang meminta perwakilan perdagangannya untuk mempertimbangkan kenaikan tarif barang-barang China senilai $200 miliar pada awal bulan depan.
IHSG (-0.36%) ditutup turun 21.70 poin dilevel 6011.72 dengan sektor Aneka Industry (-1.97%) dan Pertambangan (-1.34%) memimpin pelemahan IHSG. Seiring terkoreksinya harga komoditas pertambangan. Investor asing tercatat net buy 154.76 Miliar rupiah dengan saham BBRI, BBCA dan UNVR menjadi top net buy value investor asing.
Bursa Eropa dibuka mengikuti psimistis mayoritas bursa saham Asia. Indeks Eurostoxx (-1.37%), FTSE (-1.09%) dan DAX (-1.82%) melemah lebih dari 1% dengan Produsen mobil di Eropa tertekan. Investor masih terus terfokus pada dampak kenaikan tarif AS ke China dan laporan pekerja di AS serta musim laporan kinerja keuangan.