INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pergerakan variatif masih terjadi pada indeks saham Asia dimana pelaku pasar masih mencermati rilis kinerja berbagai emiten dan proses negosiasi dagang antara AS dan Tiongkok terkait tarif dagang diantara keduanya. Nikkei menguat tipis dengan dukungan melemahnya JPY setelah terimbas keputusan BoJ yang masih mempertahankan kebijakan moneternya.

Advertisement

"Kospi juga menguat dengan dukungan saham-saham teknologi," ujar analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (2/8/2018).

Ia bilang sejumlah indeks saham Tiongkok kembali melemah seiring rilis beberapa data ekonominya yang naik tidak jauh dari ekspektasi sebelumnya dan mencermati pertemuan antara Menkeu AS, Steven Mnuchin, dan Wakil PM Tiongkok, Liu untuk kembali membahas negosiasi dagang untuk mencegah perang dagang berkepanjangan.

Advertisement

Katanya, meski masih ada rasa optimisme terhadap kinerja para emiten namun, bursa saham Eropa bergerak melemah setelah merespon ditundanya pembicaraan terkait Brexit antara PM Inggris, Theresia May, dan Presiden Perancis, Emmanuel Macron. Selain itu, pelaku pasar juga menantikan pertemuan AS dan Tiongkok yang akan kembali berdiskusi terkait kerja sama perdagangan diantara keduanya. Indeks pan-European Stoxx 600 melemah 0,45 persen dengan tekanan pada sejumlah sektor, terutama sektor otomotif dan _basic resources_ seiring adanya berita rencana AS yang kemungkinan akan mengenakan tarif dagang sebanyak 25 persen atas sejumah barang-barang Tiongkok senilai USD200 miliar.

Ia menambahkan, pergerakan negatif masih terjadi pada bursa saham AS seiring sikap pelaku pasar yang menantikan pembicaraan kembali antara AS dan Tiongkok terkait kerja sama perdagangan, terutama terkait tarif barang diantara keduanya. Selain itu, pelaku pasar juga merespon tidak adanya perubahan atas keputusan The Fed terkait suku bunganya dimana masih dipertahankan di level saat ini. positif masih adanya rilis kinerja dari para emiten.

Advertisement

"Adanya kenaikan pada saham Apple setelah merilis kenaikan kinerja kuartalannya tampaknya tidak banyak berimbas pada laju indeks saham AS lainnya yang masih melemah," katanya.

Advertisement