INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 1,5% atau 91 poin ke posisi 5.937 di akhir sesi pertama perdagangan Selasa (31/07/2018) dibanding posisi pada akhir perdagangan sehari sebelumnya di level 6.027.
Pelemahan indeks pada rehat tengah hari ini disebabkan oleh penurunan harga 258 saham. Meski demikian, ada 118 saham naik, 11 saham stagnan dan 163 saham tidak ditransaksikan. IHSG pada sesi pertama hari ini bergerak di kisaran 5.927-6.013.
Total nilai perdagangan di seluruh segmen pasar BEI mencapai Rp4,8 triliun. Itu terdiri dari nilai perdagangan di Pasar Reguler sebesar Rp3,54 triliun, di Pasar Negosiasi senilai Rp1,26 triliun dan di Pasar Tunai sebesar Rp58,8 juta.
Adapun total volume perdagangan tercatat sebanyak 65,5 juta lot saham, hasil dari 256.981 kali transaksi. Investor asing membukukan pembelian saham bersih senilai Rp352,95 miliar dengan volume pembelian bersih sebanyak 5,68 juta lot saham.
Seluruh indeks sektoral BEI melemah. Indeks sektor infrastruktur mengalami penurunan terdalam yaitu sebesar 3,81% atau 41,36 poin ke posisi 1.043. Kemudian diikuti dengan indeks sektor agrikultur dan indeks sektor konsumer yang masing-masing tergerus 2,02% dan 1,87%.
Saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan harga dan menjadi top losers adalah LPPF yang harganya tergerus 12,63% atau Rp1.200 menjadi Rp8.300 per unit, TLKM yang harganya susut 7,42% atau Rp290 menjadi Rp3.620 per unit dan INTP yang harganya turun 4,53% atau Rp675 menjadi Rp14.225 per unit.
Adapun hanya tiga saham dari kelompok saham-saham LQ45 yang mengalami kenaikan harga, yaitu GGRM yang harganya naik 1,65% atau Rp1.225 menjadi Rp75.625 per unit, TRAM yang harganya meningkat 1,33% atau Rp4 menjadi Rp304 per unit dan PTBA yang harganya terangkat 0,92% atau Rp40 menjadi Rp4.400 per unit. (Abraham Sihombing)