INDUSTRY.co.id -  Jakarta - Laju pasar obligasi yang mampu kembali bertahan di zona hijuanya diharapkan dapat kembali terjadi seiring masih adanya sejumlah sentimen positif, terutama dari kembali naiknya nilai tukar Rupiah dan pergerakan imbal hasil obligasi AS yang bergerak turun.

"Tetap cermati dan waspadai terhadap potensi pelemahan kembali jika sentimen positif yang ada kurang kuat mendukung bertahannya pasar obligasi di zona hijau," kata analis Pasar Modal, Reza Priyambada di Jakarta, Senin (30/7/2018).


Pergerakan Rupiah yang masih cenderung melanjutkan penguatan dibarengi dengan penurunan imbal hasil obligasi AS seiring respon atas rilis pertumbuhan ekonomi AS sebesar 4,1 persen membuat  Pelaku pasar kembali memburu sejumlah obligasi AS yang sempat mengalami pelemahan sebelumnya. Kondisi tersebut berimbas pada pergerakan pasar obligasi dalam negeri yang turut mengalami kenaikan. Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata naik 3,68 bps; tenor menengah (5-7 tahun) turun 2,85 bps; dan panjang (8-30 tahun) turun 0,68 bps.

Laju pasar obligasi cenderung kembali bergerak variatif naik seiring mulai adanya aksi beli. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo ±5 tahun dengan harga 92,25% memiliki imbal hasil 7,58% atau turun 0,02 bps dari sebelumnya di harga 92,17% memiliki imbal hasil 7,60%. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo ±20 tahun dengan harga 93,65% memiliki imbal hasil 8,15% atau naik 0,01 bps dari sehari sebelumnya di harga 93,78% memiliki imbal hasil 8,14%.

Pada Jumat (27/7), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price naik 0,10 bps di level 109,87 dari sebelumnya di level 109,76. Adapun, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price turun 0,02 bps di level 105,11 dari sebelumnya di level 105,09. Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 7,70% dari sebelumnya di level 7,79% dan US Govn’t bond 10Yr di level 2,96% dari sebelumnya di level 2,97% sehingga spread di level kisaran 474 bps lebih rendah dari sebelumnya 481,9 bps.

Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya berbalik variatif turun. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak naik di kisaran level 9,60%-9,65%. Pada rating AA dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,10%-10,15%. Pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 11,20%-11,35%, dan pada rating BBB di kisaran 13,98%-14,02%.