INDUSTRY.co.id - Jambi - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sultan Thaha Jambi mencatat, Minggu, pukul 07.00 WIB, sebanyak 22 titik panas (hotspot) terdeteksi sensor modis satelit Terra-Aqua dan Suomi NPP.

Advertisement

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi, Nurangesti, mengatakan, titik panas terpantau di tiga kabupaten dengan tingkat kepercayaan (confident) terjadinya kebakaran 51 hingga 100 persen.

"Titik panas terpantau di kabupaten Muarojambi sebanyak 15 titik, kabupaten Tebo enam titik dan kabupaten Sarolangun satu titik," katanya.

Advertisement

Dijelaskannya, di kabupaten Muarojambi terdeteksi di dua kecamatan yang berdekatan, yakni Kumpeh dan Kumpeh Ulu.

Di kecamatan Kumpeh terdeteksi 12 titik dengan tingkat kepercayaan ada yang 100 persen atau dapat dipastikan terjadinya kebakaran lahan.

Advertisement

Sedangkan, di kecamatan Kumpeh Ulu terdeteksi tiga titik dengan tingkat kepercayaan terjadinya kebakaran 78, 88 dan 98 persen.
 

Di Kabupaten Tebo terdeteksi enam titik yakni lima titik di kecamatan Sumay dengan tingkat kepercayaan terjadinya kebakaran 71, 80, 85 dan ada yang mencapai 100 persen.

Advertisement

 Selanjutnya satu titik di kecamatan Muara Tabir dengan tingkat kepercayaan terjadinya kebakaran juga 100 persen atau dipastikan di titik itu memang terjadi kebakaran.

Sementara di kabupaten Sarolangun terdeteksi satu titik yakni di kecamatan Pauh dengan tingkat kepercayaan terjadinya kebakaran 51 persen

"Untuk tingkat kepercayaan terjadi kebakara.n terendah (51) berada di kecamatan Pauh, Sarolangun dan tertinggi (100) ada di kecamatan Kumpeh (Muarojambi), kecamatan Sumay (Tebo) dan kecamatan Muara Tabir (Tebo)," katanya.

Nurangesti seperti dilansir Antara  mengatakan untuk wilayah Sumatera, Provinsi Jambi berada diurutan ketiga terbanyak titik panas terpantau pada 29 Juli 2018.

Provinsi Sumatera Selatan terdeteksi 31 titik, Bangka Belitung 23 titik, Jambi 22 titik, Lampung 18 titik, Riau 18 titik, Sumatera Utara empat titik dan  Kepulauan Riau dua titik.