Kementan Optimis Potensi Sawit Cukup untuk Biodiesel

Oleh : Wiyanto | Sabtu, 28 Juli 2018 - 12:20 WIB

Kebun Kelapa Sawit (Ist)
Kebun Kelapa Sawit (Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Pertanian menyatakan optimistis potensi produksi kelapa sawit nasional mencukupi untuk pengembangan bahan bakar nabati (BBN) dengan kandungan minyak sawit 20 persen atau B20.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro, saat ditemui di Jakarta, Jumat (27/7/2018) mengatakan bahwa tidak hanya B20, rencana penerapan biodiesel 100 persen (B100) oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartato pun juga optimistis dapat dicapai dengan produktivitas kelapa sawit nasional.

"Kalau dari potensi sawit yang kita miliki, optimis ya," kata Syukur.

Ia menjelaskan saat ini Kementerian Pertanian melalui Ditjen Perkebunan secara intensif terus melakukan peremajaan (replanting) perkebunan kelapa sawit milik petani.

Ada pun target replanting pemerintah naik signifikan dari 20.000 hektare pada 2017, menjadi 185.000 hektare pada 2018. Dari target itu, diharapkan sekitar 10 ribu sampai 20 ribu hektare lahan diremajakan setiap bulannya.

"Dari sisi produksi sawit, sawit rakyat bersama dengan BPDP Sawit sudah secara intensif melakukan replating. Sudah cukup progresif," kata Syukur.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Bambang kepada awak media mengatakan replanting dilakukan dilakukan karena mayoritas lahan perkebunan sawit rakyat sudah tidak lagi produktif dan berusia lebih dari 25 tahun.

Selain itu, benih yang digunakan juga bukan merupakan bibit bersertifikat, melainkan bibit asalan. Kondisi ini menyebabkan tanaman tersebut tidak lagi produktif.

Dari data Ditjen Perkebunan, selama 2017 program replanting telah dilaksanakan di dua provinsi, yakni di Sumatera Selatan pada lahan seluas 4.446 hektare dan di Sumatera Utara seluas 9.109 hektare. Untuk tahun ini, peremajaan akan dilakukan di 20 provinsi, dimulai dari Riau.

Produktivitas tanaman sawit milik rakyat memang masih relatif kecil, yakni hanya sekitar 2-3 ton per hektare karena salah satunya penggunaan benih dan bibit yang ala kadarnya sehingga produksi kelapa sawit belum maksimal.

Sementara itu, jika petani menggunakan bibit dan benih yang tepat, produktivitas bisa meningkat sebesar 4,8 hingga 7,2 ton per hektare.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Waketum KADIN Shinta Sukamdani, Menperin Agus Gumiwang, Ketua Apindo Haryadi Sukamdani

Sabtu, 06 Juni 2020 - 00:15 WIB

Kabar Gembira...Menperin Agus Bakal Gelontorkan Stimulus Modal Kerja untuk Pulihkan Industri Manufaktur

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bertekad untuk terus mengupayakan pemulihan sektor industri manufaktur di dalam negeri yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Produsen Batubara

Jumat, 05 Juni 2020 - 22:31 WIB

Industri Batubara Lesu Akibat Pasar Menyusut Terpapar Covid-19

Minimnya pergerakan ekonomi membuat industri batubara turut mengalami kelesuan dikarenakan menurunnya permintaan pasar terutama yang datangnya dari India dan Tiongkok.

Contoh proyek PT PP Persisi

Jumat, 05 Juni 2020 - 22:10 WIB

Cetak Laba Rp1,2 triliun, PT PP Gelontorkan Dividen Tunai 22,5 %

PT Pembangunan Perumaha (Persero) Tbk (PTPP) berhasil catatkan kinerja positif perusahaan untuk pendapatan usaha tahun buku 2019 sebesar Rp24,65 triliun dengan laba bersih yang perseroan mencapai…

Tokok Pakaian GAP (ist)

Jumat, 05 Juni 2020 - 22:03 WIB

Enggak Kuat Merugi hingga Rp13,1 Triliun, GAP Inc Terpaksa Tutup Toko

Perusahaan fashion GAP Inc, pada Kamis (5/6/2020) melaporkan kerugian yang dialaminya hingga 43% dalam penjualan kuartal I 2020 yang mencapai Rp13,1 triliun. Kerugian besar yang dialam

Penyerahan donasi dilakukan secara simbolis oleh Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja (kiri) dan Direktur BCA Erwan Yuris. (Doc:BCA)

Jumat, 05 Juni 2020 - 21:12 WIB

Bikin Salut, Grup BCA Salurkan Donasi ke PERSI

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sebagai institusi keuangan yang senantiasa di sisi masyarakat berkomitmen untuk terus mendukung berbagai tindakan penanganan COVID-19.