INDUSTRY.co.id - Jakarta – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Malaysia pada perdagangan Jumat (27/07/2018) sempat menyentuh harga tertinggi RM2.210 per ton dan harga terendah sebesar RM2.186 per ton.
“Tingginya harga jual CPO Malaysia pada perdagangan hari ini karena harga komoditas sawit tersebut mengalami kenaikan di perdagangan Kamis (26/072018) ketika ditutup sebesar RM2.202 per ton,” ujar Arie Nurhadi, analis riset PT Monex Investindo Futures, di Jakarta, Jumat (27/07/2018).
Arie mengemukakan, harga CPO di Malaysia Derivatives Exchange sejak awal perdagangan Kamis telah mengalami kenaikan harga lebih dari 1%. Harga CPO untuk pengiriman Oktober 2018 di bursa berjangka Malaysia tersebut naik 1,1% menjadi RM2.187 per ton atau setara US$539,60 per ton, setelah sehari sebelumnya naik 0,5%.
“Kenaikan harga CPO tersebut disebabkan oleh peningkatan permintaan ekspor karena pelaku pasar memberikan respon yang positif terhadap data ekspor yang telah dipublikasikan sebelumnya,” papar Arie.
Pada sesi pertama perdagangan Jumat ini, harga CPO untuk kontrak untuk pengiriman Oktober 2018 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 0,2% menjdi RM2.206 per ton atau setara US$543,08 per ton.
Akan tetapi, demikian Arie, kenaikan harga CPO hari ini berpotensi bakal terkena aksi profit taking karena kenaikan harga yang terjadi di akhir pekan ini masih mengacu pada laju kenaikan harga yang rendah pada pertengahan pekan ini.
Sementara itu, menurut data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) pada Jumat (27/07/2018), volume ekspor CPO Indonesia pada Juni 2018 tumbuh 7,5% dibandingkan Juni 2017.
Kenaikan produksi CPO yang secara musiman dimulai pada triwulan ketiga tahun ini biasanya dapat menambah tingkat persediaan dan bakal cenderung membebani harga, kendati beberapa perkebunan menyatakan produksi musiman mungkin kurang dari perkiraan dan puncaknya lebih lambat dari biasanya. (Abraham Sihombing)