INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), atau Bank BCA, sepanjang Januari-Juni 2018 membukukan laba bersih Rp11,4 trilun. Jika dibandingkan dengan realisasi per Juni 2017 sebesar Rp10,5 triliun, maka laba bersih tersebut mengalami kenaikan 8,4%.
“Kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan konsolidasi sebesar 7,6% menjadi Rp29,5 triliun per Juni 2018 dibandingkan di periode yang sama pada 2017 sebesar Rp27,4 triliun,” ujar Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur Bank BCA, pada acara dalam konferensi pers di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (26/07/2018).
Jahja mengemukakan, kendati saat ini sedang menghadapi kondisi makroekonomi yang dinamis, Indonesia tetap diyakini memiliki fondasi perekonomian yang kokoh dan prospek perekonomian yang positif ke depan.
“Posisi neraca yang solid dan penerapan praktik perbankan yang berhati-hati akan terus menjadi fondasi untuk pertumbuhan BCA ke depan,” tukas Jahja.
Jahja juga mengungkapkan, total kredit yang dikucurkan Bank BCA hingga akhir 30 Juni 2018 tercatat Rp494 triliun, atau tumbuh 14,2% dibandingkan per 30 Juni 2017 sebesar Rp433 triliun,
Adapun kredit BCA yang disalurkan tersebut terdiri dari kredit korporasi yang naik 19,1% menjadi Rp191,4 triliun, kredit komersial dan UKM meningkat 15,1% menjadi Rp174,8 triliun dan kredit konsumer yang tumbuh 6% menjadi Rp128,2 triliun.
Pada portofolio kredit konsumer, demikian Jahja, kredit pemilikan rumah (KPR) naik 4% menjadi Rp74,6 triliun, kredit kendaraan bermotor meningkat 8,1% menjadi Rp41,3 triliun dan kartu kredit tumbuh 10,8% menjadi Rp12,3 triliun.
Hingga akhir Juni 2018, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loans/NPL) Bank BCA tercatat di level 1,4%. Sementara itu rasio cadangan terhadap NPL tersebut mencapai 187,8%.
Jahja menuturkan, Bank BCA mempertahankan posisi rasio kredit terhadap pendanaannya (loan to funding ratio) di posisi 77%. Sementara itu kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) Bank BCA mencapai 222,8%.
Jahja juga mengungkapkan, total dana pihak ketiga (DPK) Bank BCA tumbuh 12,7% menjadi Rp481 triliun per Juni 2018 dibandingkan sebesar Rp427 triliun per Juni 2017. Sekitar 78,2% dari DPK tersebut merupakan current account saving account (CASA).
“Dari CASA, tabungan tumbuh 13,2% menjadi Rp315,1 triliun, giro meningkat 11,8% menjadi Rp166,2 triliun dan deposito turun 7,6% menjadi Rp134,3 triliun,” pungkas Jahja. (Abraham Sihombing)