INDUSTRY.co.id -
Kinerja Grup Astra hingga akhir tahun 2018 diperkirakan cukup baik, didukung dengan stabilitas pertumbuhan ekonomi Indonesia dan harga batu bara yang stabil, walaupun persaingan di pasar mobil dan melemahnya harga minyak kelapa sawit menjadi perhatian. kata Prijono Sugiarto Presiden Direktur di Jakarta, Kamis (26/7/2018).
Ia katakan, laba bersih Grup meningkat pada semester pertama 2018, hal ini terutama disebabkan peningkatan kontribusi dari bisnis alat berat dan pertambangan, serta jasa keuangan Grup, yang melebihi dari yang dapat diimbangi oleh pelemahan kontribusi dari kegiatan operasional agribisnis dan infrastruktur.
Laba bersih per saham meningkat 11% menjadi Rp257.
Adapun pendapatan bersih konsolidasian Grup selama periode ini meningkat 15% menjadi Rp112,6 triliun, dengan peningkatan pendapatan terutama dari bisnis alat berat dan pertambangan.
"Nilai aset bersih per saham Grup tercatat sebesar Rp3.155 pada 30 Juni 2018, 3% lebih tinggi dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya," katanya.