INDUSTRY.co.id - Jakarta- Di tengah kenaikan harga minyak mentah dan lesunya perekonomian global, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyastuti memastikan kinerja keuangan Pertamina masih dalam tren positif. Dalam tiga tahun terakhir, perseroan mencetak keuntungan Rp 90 triliun.
Kondisi keuangan yang kuat ini memberikan retained earning bagi perseroan sehingga memberikan tambahan modal untuk investasi.
Selain kondisi fundamental keuangan perseroan yang positif, Pertamina terus mendapat dukungan penuh dari pemerintah antara lain melalui pemberian subsidi dan blok minyak dan gas (migas) baru untuk mendorong pendapatan di bisnis hulu.
Untuk subsidi, Nicke menegaskan, secara prinsip pemerintah telah menyetujui pemberian subsidi jenis solar naik menjadi Rp 2.000 per liter atau naik 4x lipat dari sebelumnya Rp 500 per liter untuk menutupi kenaikan biaya produksi bahan bakar minyak (BBM) akibat lonjakan harga minyak dunia.
Sementara untuk mendukung kinerja hulu, pemerintah telah menyerahkan pengelolaan 12 blok migas kepada Pertamina sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan produksi hulu migas hingga 100%, yang tentunya akan melipatgandakan pendapatan dari bisnis Hulu Pertamina.
Terkait rencana share down (pengurangan saham) di blok migas, yang kemudian diplesetkan menjadi “penjualan asset Pertamina", Nicke menegaskan bahwa pelepasan Participating Interest atau mencari mitra investasi merupakan hal yang biasa dalam bisnis hulu. Tak hanya Pertamina, pelepasan participating interest ini juga dilakukan perusahaan-perusahaan migas kelas dunia.
Langkah ini diambil untuk menyehatkan portfolio investasi, sehingga Pertamina tidak memiliki kecondongan risiko pada satu aset tertentu. Dengan aksi korporasi ini, bisa memberi peluang bagi Pertamina untuk mengundang mitra investasi (strategic partner) yang memiliki keunggulan dalam teknologi dan bisnis di bidang energi.
Dukungan untuk memperkuat Pertamina juga ditunjukkan pemerintah dengan menjadikan perseroan sebagai induk (holding) BUMN Migas. Hal ini membuat neraca keuangan dan aset Pertamina semakin kuat, yang ke depannya akan meningkatkan kemampuan perusahaan dalam mengoleksi modal sehingga kemampuan untuk melakukan ekspansi investasi juga akan meningkat.
Nicke juga menegaskan, selain menjalankan fungsi koorporasi untuk terus mencetak keuntungan bagi perusahaan, Pertamina merupakan satu-satunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mendapat penugasan khusus dari pemerintah (Public Service Obligation/PSO) yang menyediakan produk migas bagi hajat hidup orang banyak. Termasuk menyalurkan BBM satu harga ke seluruh pelosok negeri.
Pertamina bangga melaksanakan penugasan ini, sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan merangkul masyarakat kecil terutama masyarakat di wilayah-wilayah terluar.
Dengan peran strategis Pertamina menyalurkan energi ke seluruh pelosok negeri, pemerintah terus mendorong Pertamina untuk menjadi perusahaan yang tumbuh dan tetap mencatat keuntungan. Di saat yang sama pemerintah juga terus berkomitmen untuk terus mendorong Pertamina agar bisa terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.