INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat tipis 0,08% atau 4 poin ke posisi 5.936 pada akhir sesi pertama perdagangan Rabu (25/07/2018) dibanding posisi pada akhir perdagangan sehari sebelumnya di level 5.931.

Penguatan tipis indeks pada rehat tengah hari ini ditopang oleh kenaikan harga 194 saham. Selain itu, ada 153 saham mengalami penurunan harga, 129 saham stagnan dan 174 saham tidak ditransaksikan. Sedangkan IHSG bergerak pada kisaran yang tipis, yaitu di 5.923-5.947.

Total nilai perdagangan di seluruh segmen pasar BEI mencapai Rp3,21 triliun. Itu terdiri dari nilai perdagangan di segmen Pasar Reguler sebesar Rp2,77 triliun, di segmen Pasar Negosiasi senilai Rp431,41 miliar dan di segmen Pasar Tunai sebesar Rp144.500.

Total volume transaksi saham tercatat sebanyak 54,24 juta lot saham, hasil dari 229.171 kali transaksi. Investor asing membukukan pembelian saham bersih sebesar Rp8,33 miliar. Akan tetapi, mereka masih mencatat volume penjualan bersih sebanyak 164.058 lot saham.

Sebanyak lima dari sembilan indeks sektoral BEI menguat. Indeks sektor industri dasar mengalami kenaikan tertinggi, yaitu 1,43% atau 11,15 poin ke posisi 791. Kemudian diikuti oleh indeks sektor pertambangan dan indeks sektor aneka industri yang masing-masing meningkat 1,24% dan 0,96%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami kenaikan harga dan menjadi top gainers adalah MYRX yang harganya melonjak 10,85% atau Rp14 menjadi Rp143 per unit, UNTR yang harganya meningkat 4,25% atau Rp1.400 menjadi Rp34.300 per unit dan BUMI yang harganya naik 3,28% atau Rp8 menjadi Rp252 per unit.

Adapun saham-saham LQ45 yang menjadi top losers adalah EXCL yang harganya tergerus 3,36% atau Rp100 menjadi Rp2.880 per unit, SSMS yang harganya turun 2,73% atau Rp35 menjadi Rp1.245 per unit dan TLKM yang harganya turun 2,23% atau Rp90 menjadi Rp3.940 per unit. (Abraham Sihombing)