INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pergerakan pasar obligasi dalam negeri diperkirakan masih akan cenderung bergerak variatif melemah dengan merespon kenaikan imbal hasil obligasi global yang cenderung meningkat.

"Pergerakan mata uang utama dunia yang kembali melemah terhadap USD dapat berimbas negatif sehingga membuat pergerakan imbal hasil obligasi dalam negeri kembali meningkat. Cermati dan waspadai terhadap potensi pelemahan kembali," kata Analis Pasar Modal, Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (25/7/2018).


Kembali melemahnya Rupiah masih memberikan sentimen negatif pada pergerakan pasar obligasi dalam negeri yang kembali mengalami penurunan. Pergerakan imbal hasil obligasi Jepang yang meningkat turut berimbas pada kenaikan imbal hasil obligasi AS sehingga berimbas pada kenaikan imbal hasil obligasi dalam negeri. Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata naik 12,16 bps; tenor menengah (5-7 tahun) naik 0,53 bps; dan panjang (8-30 tahun) naik 0,86 bps.

Laju pasar obligasi cenderung bergerak naik turun seiring masih variatifnya sentimen. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo ±5 tahun dengan harga 91,91% memiliki imbal hasil 7,66% atau naik 0,03 bps dari sebelumnya di harga 92,01% memiliki imbal hasil 7,64%. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo ±20 tahun dengan harga 93,25% memiliki imbal hasil 8,19% atau turun 0,05 bps dari sehari sebelumnya di harga 93,72% memiliki imbal hasil 8,14%.

Pada Selasa (24/7), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price turun 0,17 bps di level 109,52 dari sebelumnya di level 109,71. Sementara itu, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price turun 0,20 bps di level 104,95 dari sebelumnya di level 105,16. Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 7,81% dari sebelumnya di level 7,79% dan US Govn’t bond 10Yr di level 2,97% dari sebelumnya di level 2,96% sehingga spread di level kisaran 484,1 bps lebih tinggi dari sebelumnya 483,5 bps.

Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya kembali bergerak variatif naik. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak naik di kisaran level 9,60%-9,70%. Pada rating AA dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,15%-10,20%. Pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 11,20%-11,40%, dan pada rating BBB di kisaran 14,00%-14,04%.