INDUSTRY.co.id - Jakarta - Dari data yang diperoleh, Pemerintah telah menyerap dana sebesar Rp4,81 triliun dari lelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada Selasa (24/7/2018) dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp 9,89 triliun. Adapun jumlah dana yang diserap tersebut berasal dari seri SPN-S11012019, SPN-S11042019, PBS016, PBS002, PBS017, dan PBS012.

Advertisement

Dengan demikian, kata analis Pasar Modal Reza Priyambada,  nilai penawaran kali ini lebih rendah dari sebelumnya  dan dengan penyerapan yang lebih rendah nilainya. Pergerakan Rupiah yang masih cenderung melemah membuat minat pelaku pasar pada lelang SBSN sedikit berkurang.

"Juga disebabkan tingginya imbal hasil yang diperdagangkan membuat penyerapan SBSN kali ini lebih rendah," ujarnya di Jakarta, Rabu (25/7/2018).

Advertisement

Menurutnya,  lelang tersebut lebih besar pada SBSN yang bertenor menengah dan memiliki tingkat imbalan lebih tinggi. Meski demikian, permintaan imbal hasil dinilai cukup variatif dimana pergerakan imbal hasil saat ini dibandingkan dengan periode sebelumnya  lebih tinggi.

Sebelumnya, Pemerintah menyerap dana sebesar Rp 8 triliun dari lelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada Selasa (10/7) dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp 12,54 triliun.

Advertisement

Jumlah yang dimenangkan untuk seri SPN-S11012019 mencapai Rp900 miliar dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,23 persen dan imbalan secara diskonto. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 11 Januari 2019 sebesar Rp3,69 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk 6,22 persen dan tertinggi 7,00 persen.

Jumlah dimenangkan untuk seri SPN-S11042019 sebesar Rp1,1 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,48 persen dan tingkat imbalan diskonto. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 11 April 2019 ini mencapai Rp2,68 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,44 persen dan tertinggi 6,72 persen.

Advertisement

Jumlah dimenangkan untuk seri PBS016 sebesar Rp 1,15 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,44 persen dan tingkat imbalan 6,25 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Maret 2020 ini mencapai Rp1,13 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 7,16 persen dan tertinggi 8,56 persen.

Untuk seri PBS002, jumlah lelang yang dimenangkan sebesar Rp 565 miliar dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,63 persen dan tingkat imbalan 5,45 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Januari 2022 ini mencapai Rp668,5 miliar dengan imbal hasil terendah masuk 7,59 persen dan tertinggi 7,88 persen.

Untuk seri PBS017, jumlah dimenangkan mencapai Rp95 miliar dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,15 persen dan tingkat imbalan 6,125 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Oktober 2025 ini mencapai Rp353 miliar dengan imbal hasil terendah masuk 8,06 persen dan tertinggi 8,56 persen.

Lalu, jumlah dimenangkan untuk seri PB012 ialah Rp1 triliun. Adapun imbal hasil rata-rata tertimbang 8,53 persen dan tingkat imbalan 8,88 persen. Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Nopember 2031 ini mencapai Rp1,19 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 8,34 persen dan tertinggi 8,63 persen.