INDUSTRY.co.id - Jakarta - Diperkirakan IHSG akan bergerak cenderung terkonsolidasi tertekan pada perdagangan selanjutnya dengan rentan pergerakan 5873-5960. Saham-saham yang masih dapat dicermati diantarnya BDMN, BMRI, BSDE, INCO, INDY, SMGR.

"Secara teknikal IHSG mulai bergerak terkonsolidasi pada level upper bollinger bands setelah berhasil bergerak diatas bearish trend line. Indikator stochastic dan RSI masih mendorong signal penguatan namun cenderung terbatas dengan posisi level IHSG saat ini yang seakan tertahan pada resistance upper bollinger bands," kata analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi di Jakarta, Rabu (25/7/2018).

Mayoritas indeks saham Asia ditutup mayoritas menguat. Indeks Nikkei (+0.51%), TOPIX (+0.47%), HangSeng (+1.44%) dan CSI (+1.59%) menguat optimis diatas setengah persen. PBOC mendukung ekonominya memacu aset berisiko tinggi keseluruh Asia dan akan meningkatkan pengeluaran untuk infrastruktur guna menopang pertumbuhan dalam menghadapi perang perdagangan.

IHSG (+0.27%) ditutup menguat 16.05 poin kelevel 5931.84 dengan sektor industri dasar (+1.23%) dan property (+0.64%) memimpin penguatan sektoral pada perdagangan hari ini. produsen semen dan pakan ternak menjadi primadona sejak awal pekan setelah outlook pendapatan diperkirakan cukup baik ditengah semester pertama tahun ini. Investor asing tercatat net buy 288.35 Miliar rupiah meskipun nilai tukar rupiah terhadap USD sempat melemah 0,2% hari ini.

Ekutias Eropa mengawali perdagangan dengan optimis mengikuti penguatan mayoritas indeks saham di Asia. Indeks Eurostoxx (+0.94%), FTSE (+0.80%) dan DAX (+1.41%) seiring pergerakan rebound Euro sebelum rilisnya data indeks kinerja manufaktur di Jerman. Emiten pertambangan menjadi penopang terbesar di Eropa ditengah musim laporan pendapatan. Data indeks PMI manufaktur di German rilis naik 57.3% dan di Eropa naik 55.1% menjadi faktor optimisme investor.