INDUSTRY.co.id, Jakarta- Pameran infrasturktur atau konstruksi Indonesia kembali akan digelar pada 31 Oktober hingga 2 November 2018 di Jakarta Internasional Expo Kemayoran. 

Advertisement

Tahun ini sebanyak 12.000 peserta pameran yang terdiri dari perusahaan teknik sipil, kontraktor, konsultan, dan pemangku kepentingan bakal ikuti pameran infrasturktur.

"Pameran Konstruksi Indonesia menjadi wadah untuk membangun relasi, membuka peluang bisnis baru serta sumber edukasi bagi para pelaku industri konstruksi di Indonesia," kata Sekjen Kementerian PUPR, Anita Firmanti dalam peluncuran acara Konstruksi Indonesia di Kantornya, Rabu (18/7).

Advertisement

Kementerian PUPR, ujar Anita mengatakan tahun 2018 pihaknya mendapatkan alokasi anggaran Rp 107, 386 triliun atau hanya 12,67 persen dari total APBN.

 Pembangunan infrastruktur yang massif memerlukan tidak hanya tenaga kerja konstruksi berkualitas yang ditujukan melalui sertifikat, tapi juga jumlah yang banyak. Karena itu perlu dukungan dari stakeholder konstruksi untuk mencetak banyak tenaga kerja konstruksi. Ia juga berharap inovasi teknologi dalam pembangunan infrastruktur sangat dibutuhkan.

Advertisement

Direktur Jenderal Bina Konstruksi, Syarif Burhanuddin menyatakan peluang bisnis konstruksi di Indonesia terbuka lebar dengan masifnya pembangunan infrastruktur serta konstruksi lainnya.

“Industri konstruksi nasional diminta meningkatkan kemampuannya baik dari sisi kuantitas maupun kualiatas,” papar dia

Advertisement

Tak luput, Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN) mendukung kegiatan konstruksi Indonesia dengan peningkatan kompetensi tenaga ahli dibidang jasa konstruksi. Kegiatan dukungan LPJK Nasional pada pameran ini adalah dengan program 7000 sertifikasi tenaga terampil gratis dan harga khusus bagi sertifikasi tenaga ahli.