INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Barito Pacific Tbk (BRPT) telah menyelesaikan Penawaran Umum Terbatas (PUT) II dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu bernilai Rp8,9 triliun dan juga telah berhasil mengakukisisi 66,67% kepemilikan saham di Star Energy Group Holdings Pte Ltd., produsen listrik tenaga panas bumi terbesar di Indonesia.

“Akuisisi tersebut telah dilaksanakan pada 7 Juni 2018. Kami berterima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan luar biasa dari para pemegang saham, regulator dan para pemangku kepentingan lainnya karena perseroan telah berhasil melaksanakan PUT II dengan harga premium di tengah pasar yang bergejolak,” papar Agus Salim Pangestu, Presiden Direktur BRPT, di Jakarta, Senin (02/07/2018).

Untuk menegaskan dukungan dan komitmen yang kuat terhadap rencana pertumbuhan Perseroan, Prajogo Pangestu, pemegang saham utama BRPT, melaksanakan seluruh haknya senilai Rp 7,4 triliun dan melakukan
pemesanan tambahan sebesar Rp 1,4 triliun.

Sebagian dana yang diperoleh dari PUT II, yakni sebesar Rp7,4 triliun akan digunakan untuk melunasi sisa harga pembelian sehubungan dengan akusisi 66,67% kepemilikan saham di Star Energy, dan sisanya digunakan untuk modal kerja anak perusahaan.

Akusisi Star Energy adalah salah satu langkah penting dan sejalan dengan misi Perseroan untuk memantapkan pijakannya di sektor sumber daya energi terbarukan, dan menjadikan Perseroan sebagai pemimpin pasar dan perusahaan terkemuka di sektor energi di Indonesia.

Setelah akuisisi tersebut, manajemen BRPT berharap dapat menjadikan perseroan sebagai sebuah perusahaan di sektor energi yang terintegrasi dengan kemampuan operasional yang optimal, sumber pendapatan yang terdiversifikasi dan untuk memperkuat serta meragamkan peluang pertumbuhannya. (Abraham Sihombing)