INDUSTRY.co.id, Jakarta - Sebagai salah satu cara untuk mempertahankan budaya dan potensi wisata di daerah, Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) menggelar Gebyar Seni Budaya Banyuwangi dan Halal Bihalal Ikawang yang digelar di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah, Jakata, pada Minggu (1/7/2018).
"Event ini sebagai cara untuk membangkitkan semangat kekeluargaan dan kebersamaan di antara warga Banyuwangi. Khususnya yang berada di Jabodetabek," ujar Deputi Pemasaran Pariwisata I Kementerian Pariwisata, I Gede Pitana, dikutip dari akun facebook Kemenpar.
Event yang digelar untuk melestarikan seni budaya dan tradisi di Banyuwangi. "Acara ini kami desain untuk semakin menguatkan cinta kepada Banyuwangi. Di sini mereka saling bersapa, memunculkan kembali kenangan masa kecilnya,” ujarnya.
Sementara itu Kabid Pemasaran Area I Wawan Gunawan menambahkan, momen dan kesempatan ini bisa menjadi tempat untuk menggalang solidaritas membangun daerah dan saling bertukar informasi.
“Semua bisa membangun jejaring untuk bersama-sama mengembangkan daerah. Yang sudah sukses jadi pengusaha di Jakarta, misalnya, bisa bermitra dengan UMKM di Banyuwangi. Bukan semata-mata bisnis, tapi tergerak oleh cinta daerah,” ujarnya.
Wawan juga mengatakan, Gebyar Seni Budaya Banyuwangi akan dimeriahkan berbagai kesenian khas Banyuwangi. Seperti Gandrung Banyuwangi, Kuntulan, Barongan, Hadrah, Bazaar Makanan Khas Banyuwangi, Serta penampilan Artis asli Banyuwangi seperti Fitri Carlina.
"Semoga ini bisa mengobati kerinduan para perantau belum sempat mudik di Banyuwangi tahun ini," ujar Wawan.
Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan yang hadir dalam kegiatan itu, mengharapkan hubungan masyarakat Jakarta dan Banyuwangi semakin erat dan berkontribusi untuk pembangunan ibu kota.
"Jangan sampai menjadi warga yang menutup diri. Tapi, ikut bersosial dengan masyarakat yang lain. Ini akan menjadi modal sosial yang baik. Akan muncul kepercayaan dan gotong royong. Inilah bekal utama untuk memajukan bangsa ini," tegasnya.
Anies juga berpesan kepada warga Banyuwangi yang telah lama menetap di Jakarta untuk tidak melupakan kampung halamannya.
Sementara, Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, hubungan antar warga itu jauh lebih kuat dan dahsyat dibandingkan hubungan bisnis.
“Silaturahim perantau setahun sekali dan bertepatan dengan momentum halal bihalal ini sarana yang baik untuk memperkuat jalinan hubungan personal atau hubungan antar warga untuk memajukan daerah," kata Menpar Arief Yahya.
Menpar Arief Yahya menilai Banyuwangi kini sudah cukup berkembang. Namun masih perlu sumbangan pemikiran bagi masyarakat Banyuwangi. Khususnya masyarakat Banyuwangi yang juga ada di luar daerah atau pun yang saat ini tinggal di luar negeri.
Saya gembira dengan perkembangan yang ada. Tentu masih ada kekurangan, itu pasti. Nah itu ayo diperbaiki dan dibantu bersama-sama," ujar Menpar Arief Yahya.