INDUSTRY.co.id - Jakarta-Perkembangan pelayanan dalam industri logistik di Indonesia perlu dukungan pemerintah dalam membangun Pusat Logistik Berikat (PLB) dan inovasi produk yang dihasilkan oleh para pelaku industri.

Saat ini dalam dinamika perekonomian yang dilalui jalur massif perdagangan global seperti di Indonesia akan semakin menggeliat tahun ini.”Pengaruh eksternal seperti  era ekonomi regional, perjanjian perdagangan global seperti Transf pacific, ataupun perjanjian bilateral lainnya sangat berdampak pada negeri kepulauan terbuka seperti Indonesia,” ujar Andi Ilham Said, MSOM, Ph.D,  pimpinan PPM Manajemen dalam gathering yang diselengagarakan PPM Manajemen, Asosiasi Logistik dan PDMA Indonesia, Selasa (31/1/2017)

Dikatakan lebih lanjut oleh Andi Ilham, Eksporsur local  dalam kompetisi perdagangan dan jasa logistic sebagai pendukung tidak bisa terelakkan lagi.

Pusat Logistik Berikat adalah sebuah binis jangka panjang, dan stabilitas politik dalam negeri sangat berpengaruh.  Selain pembangunan infrastruktur yang berkaitan  dengan industri logistik di darat, laut dan udara.

Dalam kompetisi pasar bebas saat ini, keberadaan Pusat Logistik Berikat mengalami kendala. Salah satunya adalah biaya logistic nasional masih sangat tinggi yakni 24% PDB (Data Bank Dunia 2014) dan diharapan dapat turun menjadi 16%.

“Kinerja logistik Indonesia yang diukur dengan Logistics Performance Index (LPI masih fluktuatif,” jelas Andi Ilham.

Kinerja logistic memang mengallami prbaikan, namun negara tetangga mengalami peningkatan lebih cepat. Dari aspek infrastruktur, perbedaan efisiensi siste di wilayah Barat dan Timur sanagt signifikan.  Hal ini sangat berpengaruh saat integrasi logistik di wilayah ASEAN akan diterapkan.

Pemerintah meluncurkan Pusat Logistik Berikat (PLB) yang merupaan salah satu dari paket kebijakan ekonomi jilid II.PLB dinilai sangat positif oleh Bank Dunia dengan tujuan untuk menduung distribusi yang murah dan efisien, mendorong pertumbuhan industri dalam negeri serta menjadikan Indonesia sebagai penghubung logistic di Asia Pasifik.