INDUSTRY.co.id - Jakarta- Bursa Efek Indonesia (BEI) mengemukakan bahwa sebanyak delapan perusahaan akan melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) pada kuartal pertama tahun ini.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat di Jakarta, Selasa(31/1/2017) mengatakan bahwa perusahaan yang merencanakan untuk melakukan IPO bergerak di berbagai sektor, diantaranya bergerak di sektor ritel, pertambangan, dan konstruksi.
"Diharapkan prosesnya berjalan lancar dan segera terealisasi," ujarnya seperti dilansir Antara.
Ia mengatakan bahwa jika rencana IPO di kuartal pertama itu tercapai, maka jumlah perusahaan yang melantai di Bursa pada periode itu mencapai 28 persen dari jumlah total target IPO tahun ini yang sebanyak 30 perusahaan.
Pada pekan ini, ia mengemukakan bahwa perusahaan air minum dalam kemasan asal Surabaya akan melakukan paparan mini (mini expose) ke BEI berkenaan dengan rencana perusahaan melepas sebagian saham ke publik melalui IPO.
Samsul Hidayat juga mengatakan bahwa untuk menambah jumlah perusahaan tercatat, pihaknya terus menjajaki perusahaan yang aset dan pendapatannya berasal dari dalam negeri untuk melaksanakan IPO.
"Kami masih melakukan pendekatan ke mereka," ucap dia.
Sebelumnya, Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan bahwa pihaknya meminta kepada pemerintah untuk mendorong perusahaan dengan kategori itu untuk mencatatkan sahamnya di Bursa melalui mekanisme IPO.
"Tidak elok kalau pendapatan dan aset diraih di Indonesia, tetapi sahamnya tercatat di bursa luar negeri. Seluruh rakyat Indonesia juga harus menikmati ini. Saya meminta tolong pemerintah untuk memaksa mereka listed di sini," katanya.
Ia mengemukakan bahwa sekitar 52 perusahaan dengan kategori itu terdapat di Indonesia. Jika sahamya tercatat di BEI nilainya mencapai sekitar Rp400 triliun.
Dirinya mengaku sudah menyampaikan daftar 52 perusahaan itu kepada Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati.