INDUSTRY.co.id - Jakarta-Bank Indonesia (BI) menyatakan akan intervensi pasar bila dibutuhkan. Kondisi pasar tertekan, momentum BI intervensi pasar sekunder.
Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsah mengatakan, apabila kondisi tak tertekan bisa belum bisa masuk.
"Di pasar sekunder tidak bisa masuk begitu saja, kecuali ada outflow karena pasar tertekan," kata dia di Jakarta, Jumat (22/6/2018).
Menurutnya, BI baru saja menggelontorkan Rp1,5 triliun untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN). Hal ini jadi bagian stabilisasi nilai tukar rupiah.
Setidaknya untuk sampai saat ini, total pembelian SBN sudah mencapai 15 triliun sejak awal tahun hingga saat ini.