INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Borneo Olah Sarana Sukses, Tbk. (BOSS), menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Jumat, 08 Juni 2018. RUPST ini menjadi yang pertama bagi Perusahaan semenjak resmi tercatat pada Bursa Efek Indonesia 15 Februari 2018 yang lalu. Kegiatan ini juga dilaksanakan di tengah kinerja positif perusahaan selama periode tiga bulan pertama 2018 ini.

Selama kuartal pertama 2018, BOSS meraih penjualan bersih Rp61,14 miliar, naik 257% dibandingkan penjualan bersih di periode sama tahun sebelumnya senilai Rp17,10 miliar. Sementara beban pokok penjualan juga melonjak menjadi Rp38,44 miliar dibandingkan Rp16,69 miliar. Kenaikan tersebut dikarenakan pengaruh peningkatan produksi dan pengembangan wilayah tambang oleh perusahaan.
BOSS meraih laba kotor sebesar Rp22,71 miliar atau melambung sebesar 5.540 persen dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp409,94 juta. Perseroan juga berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,32 miliar pada kuartal pertama 2018, usai sebelumnya mencatat rugi bersih Rp4,55 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Masih pada kuartal I-2018, salah satu anak perusahaan BOSS yang telah beroperasi yaitu PT Bangun Olahsarana Sukses (PT BOS) telah menandatangani kontrak penjualan dengan Glencore International sebesar 250.000 tons (plus 20% opsi) dan ITMG sebesar 150.000 tons dengan opsi penambahan sebesar 50.000 tons.

Atas pencapaian tersebut, Direktur PT Borneo Olah Sarana Sukses Widodo Nurly Sumady menyatakan rasa syukurnya karena perusahaan mampu mencatatkan kinerja yang positif selama kuartal pertama tahun 2018.

“Kami sangat optimis menjalani tahun 2018 ini. Kami berharap kinerja yang dicatatkan Perusahaan akan terus meningkat didukung dengan kualitas produk yang prima dan ditambah dengan adanya permintaan yang tinggi dari pasar internasional. Kami tentunya juga mengharapkan stabilitas harga komoditas yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi positif bagi Perusahaan.”

Menurut Widodo, jenis batu bara yang diproduksi BOSS merupakan batu bara kalori tinggi dengan kadar abu dan sulfur yang rendah. Hal tersebut menjadi keunggulan perusahaan untuk bisa memasuki pasar Jepang yang memiliki standar tinggi dalam mengimpor batu bara. Sedangkan dengan adanya peningkatan produksi tahun ini diharapkan bisa mendongkrak penjualan hingga dua kali lipat.

Sebagai informasi, PT Borneo Olah Sarana Sukses, Tbk (dahulu PT Megah Pratama Resources) yang didirikan pada tahun 2011 adalah perusahaan tambang batubara yang memiliki empat wilayah konsesi pertambangan batubara melalui empat entitas anak yaitu PT Bangun Olahsarana Sukses (BOS), PT Pratama Bersama(PB), PT Energi Amzal Bersama (EAB) dan PT Pratama Buana Sentosa (PBS) dengan total area wilayah konsesi seluar 16.000 hektar. Seluruh area wilayah konsesi berada di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur dan saling berdekatan sehingga membuat struktur biaya produksi yang kompetitif karena memungkinkan optimalisasi dan efisiensi dalam pemanfaatan infrastruktur. Produk batubara termal yang diproduksi memiliki nilai kalori yang tinggi (rata-rata 6.300 cal/kg) dengan kandungan abu dan belerang yang sangat rendah dan sangat diminati negara-negara maju seperti Jepang, Korea Selatan dan lainnya.

Eksplorasi batubara yang dilakukan Perseroan melalui BOS dan PB bahkan mampu menarik dukungan dana dari Pemerintah Jepang melalui JOGMEC sebesar USD 3 juta di tahun 2016. Perseroan merupakan Perusahaan batubara pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memperoleh pendanaan dari Pemerintah Jepang untuk melakukan eksplorasi.

Berdasarkan laporan Komite Cadangan Mineral Indonesia (KCMI), perkiraan cadangan batubara sementara yang dimiliki di area konsesi BOS dan PB adalah sekitar 10.5 juta ton. Perseroan sedang melanjutkan program eksplorasi di kedua konsesi tersebut dimana Perseroan yakin bahwa masih terdapat cadangan tambahan. Sementara itu pada area konsesi EAB dan PBS, diperkirakan memiliki sumber daya batubara dengan jumlah yang cukup signifikan untuk memberikan nilai tambah kepada Perseroan di masa mendatang.