INDUSTRY.co.id - JAKARTA,-- Acara bertajuk Indonesian Film Financing Forum yang kemudian diberi nama Akatara digelar lagi oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berkolaborasi dengan Badan Perfilman Indonesia (BPI) pada 18-20 September 2018 mendatang. Akatara adalah program Bekraf dan Badan Perfilman Indnesiaa (BPI) untuk menjodohkan sineas lokal dengan penyandang dana dari dalam dan luar negeri.
Dalam acara konferensi pers Akatara 2018 di Hotel Grand Mercure, Harmoni, Jakarta Pusat (5/6), diumumkan bahwa akan ada 50 proposal proyek film yang bakal terpilih pada tahun ini. Angka tersebut lebih banyak dari tahun lalu yang cuma 40 proposal proyek film yang terpilih.
Salah satu hasil Akatara 2017 yang sudah menyelesaikan produksi adalah film Keluarga Cemara. Film yang digarap oleh sutradara Angga Dwimas Sasongko itu akan tayang akhir tahun ini.
Ada banyak syarat yang harus dipenuhi oleh para pembuat film untuk bisa lolos mendapatkan pendanaan. Salah satu yang terpenting adalah jadwal pra-produksi hingga masa promosi harus terpapar dengan jelas. “Kami ingin memberi peluang pada pihak yang menyikapi filmnya dengan serius,” ujar Agung Sentausa, Ketua Bidang Fasilitasi Pembiayaan Film di BPI.
Program Akatara tidak hanya berkutat di dalam negeri melainkan juga dikembangkan ke luar negeri. Dua proyek terpilih akan difasilitasi untuk melakukan presentasi di Southeast Asian Financing Forum yang merupakan bagian dari Singapore International Film Festival pada November 2018.
Menurut Kepala Bekraf Triawan Munaf, antara investor dan sineas harus punya minat yang sama agar pemasaran nantinya tepat sasaran. "Saya berharap wawasan para investor dan pembuat film tak sekadar memproduksi film tapi melihat secara keseluruhan. Upaya pemasaran dan promosinya harus lebih unik," ujar Triawan.
Akatara 2018 juga melebarkan sayap dengan membuka peluang bagi investor untuk bidang non-produksi yang masih erat kaitannya dengan industri film, seperti studio musik, sekolah film, bioskop, program festival, kurasi film, dan sebagainya. Selain itu, para penyandang dana juga didorong untuk berinvestasi pada sektor ekonomi kreatif lain yang dapat berkolaborasi dengan industri film seperti fashion, penerbitan, musik, dan sebagainya.
Managing Partner Ideasource, Edward Ismawan Chamdani, mengatakan investasi di sektor film terbilang menarik karena keuntungan terbilang lebih cepat didapat dibandingkan sektor usaha lain yang bisa sampai 10 tahun. "Kalau di film bisa lebih cepat juga masuknya. Bahkan dalam waktu 6 bulan sudah bisa mendapat return dari investasi tersebut," ujarnya.
Bekraf juga sudah mengadakan program sosialisasi Road to Akatara yang digelar di Makassar (19 April), Malang (2 Mei), dan Jakarta (5 Juni). Sisa satu kota lagi di Bandung pada 3 Juli.Ada tiga kegiatan di dalam acara Road to Akatara yaitu workshop "Pitch Perfect your Film Proposal", diskusi dan seminar mengenai HAKI (Hak Kekayaan Intelektual), serta diskusi bertajuk "Be a Film Entrepreneur".
Pendaftaran proposal dari sineas dan calon investor dibuka sejak tanggal 20 Juni hingga 20 Juli. Informasi soal pendaftaran dapat dilihat pada situs Akatara.id. (AMZ)