INDUSTRY.co.id - Jakarta-Harapan  adanya kenaikan pada perdagangan obligasi, tampaknya tertahan dengan adanya aksi ambil untung. Pergerakan Rupiah yang cenderung kembali melemah dapat menghalangi pasar obligasi kembali ke teritori positif.

"Tetap cermati dan waspadai jika masih adanya berbagai sentimen yang dapat membuat laju pasar obligasi kembali melemah," kata  Analis Binaartha Institutional Research Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (6/6/2018).

Menurut dia, pergerakan Rupiah yang melemah terbatas tampaknya memberikan sentimen negatif pada pasar obligasi dimana pelaku pasar memanfaatkan kenaikan sebelumnya untuk kembali profit taking. Kondisi ini berimbas pada melemahnya sejumlah seri obligasi dan membuat sejumlah imbal hasil meningkat.

Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor, lanjutnya,  ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata naik 3,66 bps; tenor menengah (5-7 tahun) naik 2,17 bps; dan panjang (8-30 tahun) naik 1,28 bps.

Laju pasar obligasi cenderung bergerak turun seiring mulai adanya aksi jual seiring adanya aksi _profit taking_. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo ±5 tahun dengan harga 95,09% memiliki imbal hasil 6,81% atau naik 0,08 bps dari sebelumnya di harga 95,44% memiliki imbal hasil 6,72%. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo ±20 tahun dengan harga 99,34% memiliki imbal hasil 7,56% atau naik 0,05 bps dari sehari sebelumnya di harga 99,85% memiliki imbal hasil 7,51%.

Pada Selasa (5/6), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price turun 0,22 bps di level 114,34 dari sebelumnya di level 114,60. Sementara itu, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price turun 0,09 bps di level 107,47 dari sebelumnya di level 107,57. Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 7,09% dari sebelumnya di level 7,01% dan US Govn’t bond 10Yr di level 2,92% dari sebelumnya di level 2,95% sehingga spread di level kisaran 417 bps lebih rendah dari sebelumnya 406,3 bps.

Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya cenderung turun. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak naik di kisaran level 8,95%-9,00%. Lalu, obligasi korporasi dengan rating AA untuk tenor 9-10 tahun, imbal hasilnya di kisaran level 9,66%-9,72%. Untuk imbal hasil pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,89%-10,92%, dan pada rating BBB di kisaran 13,15%-13,40%.