INDUSTRY.co.id - Kediri - Pertamina berencana mengoperasikan sarana untuk menambah kelancaran dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), berupa "Kiosk" bagi para pemudik yang tersebar di ruas jalan tol baru wilayah selatan Jatim mulai tol Ngawi, Kertosono hingga Mojokerto.

"Kami operasikan 'Kiosk' di delapan titik 'rest area' tol Ngawi, Kertosono hingga Mojokerto. Ini untuk menambah kelancaran dan ketersediaan BBM bagi para pemudik," kata "Officer Communication and CSR Pertamina Marketing Operation Region V" (MOR V) Wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Eddie Mangun dalam acara buka bersama di Kediri, Senin (4/6/2018) petang.

Ia menambahkan, "Kiosk" tersebut akan mulai beroperasi ketika jalur tol sudah mulai dibuka. Di Kiosk akan membantu menyediakan BBM yang dikemas dalam kaleng, sehingga mudah untuk dimanfaatkan oleh para pemudik.

Para pemudik bisa menghubungi nomor yang telah disediakan jika kehabisan BBM saat di jalur tol. Harga jual BBM tersebut juga sama dengan harga jual BBM pada umumnya, namun dengan kemasan lebih banyak.

"Kami tahu ketika orang terjebak macet, BBM minim mau kemana lagi. Jadi, nanti agen juga siap melayani masyarakat," katanya.

Selain ada "Kiosk", Pertamina juga menyediakan "Mobil storage" hingga "Motorist" bahan bakar khusus (BBK) yang tersebar baik di jalur tol maupun yang non-tol. Untuk yang di jalur tol akan mulai beroperasi ketika jalur tersebut sudah mulai dioperasionalkan menjelang Lebaran 2018.

Begitu juga yang "Mobil storage" hingga "Motorist" bahan bakar khusus (BBK) yang juga disiagakan menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2018.

Pertamina, kata dia, memprediksi puncak arus mudik Idul Fitri 2018 akan terjadi pada 9-10 Juni 2018. Beberapa titik di Jatim selatan, Provinsi Jatim juga diperkirakan akan cukup ramai pada masa mudik antara lain di Kabupaten Madiun, Mojokerto, Wilangan, Kertosono hingga Ngawi.

Pertamina juga telah menyiagakan 11 "Mobil storage" yang diprediksi akan ramai dikunjungi pemudik. Demikian juga dengan "Motorist" bahan bakar khusus (BBK) yang juga akan ramai mendapatkan pesanan bahan bakar.

Pihaknya menambahkan, Pertamina juga telah meluncurkan tim satgas penyaluran BBM dan elpiji Idul Fitri 2018. Tim satgas ini dimulai pada 30 Mei hingga 28 Juni 2018 dan beroperasi di Kantor Pertamina MOR V, seluruh terminal BBM, depot elpiji "Filling plant" hingga depot penyaluran pesawat udara (DPPU) dalam waktu operasi selama 24 jam.

Sementara itu, terkait dengan kenaikan BBM selama menjelang Lebaran 2018, Eddie mengatakan sudah mulai ada kenaikan untuk suplai sekitar 7-8 persen dari produksi normal.

Secara konsumsi untuk premium saat normal harian adalah 2.280 kiloliter per hari, diprediksi konsumsi saat Ramadhan dan Idul Fitri 2018 hingga 2.759 KL/hari.

Begitu juga dengan pertalite, dari konsumsi normal harian 7.021 KL/hari diprediksi menjadi 8.074 KL/hari. Pertamax dari semula 3.139 KL/hari diprediksi naik menjadi 3.641 KL/hari. Pertamax turbo dari 113 KL/hari menjadi 141 KL/hari.

Solar dari semula 5.492 KL/hari diprediksi naik menjadi 5.273 KL/hari, dexlite dari semula 155 KL/hari menjadi 154 KL/hari dan pertamina dex dari semula 80 KL/hari diprediksi naik menjadi 87 KL/hari. (ant)