INDUSTRY.co.id - Jakarta - Yuganur Wijanarko, analis PT KGI Sekuritas Indonesia, berpendapat ada empat saham yang berpotensi dimainkan para pelaku pasar untuk ambil untung (profit taking). Keempat saham tersebut adalah saham-saham yang termasuk di dalam Indeks LQ45.
Keempat saham yang maksud adalah ASII (PT Astra International Tbk), PGAS (PT Perusahaan Gas Negara Tbk ), ADRO (PT Adaro Energy Tbk) dan UNTR (PT United Tractors Tbk).
Menurut Yuganur, ASII dapat dimainkan untuk profit taking pada kisaran harga Rp7.250-7.350 per unit. Para pelaku pasar dapat masuk ke saham distributor mobil dan motor ini di kisaran Rp6.925-6.825. Akan tetapi jika harganya sudah ke posisi Rp6.725, lebih baik dilepas saja.
Yuganur menjelaskan, PGAS boleh diakumulasi pada rentang harga Rp2.120-2.070 per unit. Tetapi jika harganya masuk ke Rp1.990 jangan dibeli kendati saham distributor gas alam cair tersebut berpotensi untuk mengalami profit taking pada harga Rp2.350-2.450.
“Untuk ADRO, bolehlah dikoleksi pada kisaran Rp1.920-1.890. Harapan kita, saham produsen batu bara ini dapat dikenakan aksi profit taking pada rentang Rp2.150-2.250. Tetapi kalau sudah anjlok ke Rp1.820, lebih baik dihindari,” papar Yuganur di Jakarta, Selasa (05/06/2018).
Kalau UNTR, demikian Yuganur, paling bagus diakumulasi pada harga Rp35.550-34.950 per unit. Tetapi UNTR harus dihindari jika harganya Rp34.150. Sebenarnya, saham perusahaan alat berat ini layak dikenakan profit taking pada kisaran Rp37.800-38.800.
Yuganur menjelaskan, aksi profit taking tampaknya bakal marak terjadi pada Selasa (05/06/2018) ini. Itu karena pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi bakal terhambat kendati kemarin masih mampu bertahan di teritori positif.
“Salah satu faktor yang menghambat pergerakan IHSG adalah potensi kenaikan kembali suku bunga Bank Indonesia 7-Day Reverse Repo ke level 4,75%. Pasalnya, kondisi ini akan mempengaruhi laba emiten-emiten yang kinerjanya sangat peka terhadap kenaikan suku bunga, misalnya sektor properti, perbankan dan konsumer,” pungkas Yuganur. (Abraham Sihombing)