INDUSTRY.co.id - Jakarta- Komunisme sesungguhnya sejarah masa lampau. Ia tak mungkin lagi akan menjadi bagian dari paham kebangsaan.  Sistem pemerintahan saat ini tidak memungkinkan lahirnya kembali komunisme karena kalaupun ada benih benih komunisme .

“Itu hanya bagian dari permukaan kekecewaan rakyat pada keadilan dan kesejahteraan yang masih belum dirasakan secara baik oleh masyarakat,”  ujar Umbu Pariangu, Dosen Fisip Universitas Nusa Cendana, Kupang NTT, Minggu (29/1/2019)

Sebagai dosen dan pengamat masalah politik, Umbu Pariangu merasakan  bawhwa paranoid bangkitnya paham komunisme itu sulit bereskalasi menjadi sebuah gerakan sistemik karena masyarakat sudah punya filter yang kritis.

“Pertama, masyarakat kita religius, kedua, solidaritas atau nilai berbagi masyarakat yang terbentuk secara kultural historis sebagai intisari komunisme adalah solidaritas yang natural, bukan direkayasa, sehingga masyarakat tidak merasa perlu mengadopsi paham baru, ” ujarnya.

Selain itu tambah Umbu Pariangu stigma negatif terhadap komunisme membuat masyarakat terutama eks keturunan PKI tidak akan berani melakukan tindakan di luar pancasila. “ Simbol-simbol PKI yang muncul hari-hari ini tak lebih sebagai kamuflase dari kepentingan-kepentingan politik yang tidak puas terhadap praktik politik kekuasaan saat ini.”

Karena itu cara terbaik mengeliminir munculnya idiom komunisme di masyarakat yaitu menghilangkan praktek pragmatisme politik di berbagai lembaga-lembaga kekuasaan, antara lain lewat penegakan hukum yang kuat dan tak pandang bulu.