Kemenperin Bangun Pusat Inovasi Industri Mamin

Oleh : Ridwan | Rabu, 30 Mei 2018 - 15:45 WIB

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara (Foto: Humas)
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara (Foto: Humas)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-  Kementerian Perindustrian berencana membangun Pusat Inovasi Makanan dan Minuman (PIMM) untuk mendukung implementasi Making Indonesia 4.0 dalam mewujudkan revolusi industri keempat.

"Pemilihan sektor makanan dan minuman didasarkan pada besarnya kontribusi industri ini terhadap ekonomi nasional," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kemenperin Ngakan Timur Antara di Jakarta, Rabu (2=30/5/2018)

Selain itu, lanjut Ngakan, beberapa industri makanan dan minuman di Indonesia juga telah menerapkan teknologi Industri 4.0 dalam kegiatan manufakturnya.

"Jadi, akan lebih mudah nanti untuk implementasi dan pengembangannya di pusat inovasi tersebut," tukas Ngakan.

Menurut data Kemenperin, pada 2017, industri makanan dan minuman berkontribusi lebih dari 1/3 atau 33,34 persen dari total nilai Produk Domestik Bruto (PDB) industri non-migas nasional.

Selain itu, realisasi investasi sektor industri ini mencapai Rp38,54 triliun untuk Penanaman Modal Dalam Negeri dan 1.97 miliar dolar AS untuk penanaman modal asing.

Oleh karena itu, diharapkan implementasi Industri 4.0 dapat lebih meningkatkan kinerja dan daya saing industri makanan dan minuman ini. "Sebagai inisiasi awal, pembangunan PIMM akan dilakukan masih terbatas pada tahapan manufaktur saja, namun pada fase selanjutnya akan diperluas hingga ke hulu (on farm)," ujar Ngakan.

Komponen-komponen yang akan dibangun pada pusat inovasi tersebut di antaranya model factories, mobile labs, sensors, capacity building, assesment, benchmarking, serta akses terhadap ketersediaan teknologi. "Jadi nanti semua industri bisa berkonsultasi apa saja tentang penerapan Industri 4.0 di sana," ujar Ngakan.

Kehadiran PIMM diharapkan dapat memberikan dampak yang positif untuk menjawab tantangan ekonomi nasional, antara lain memperkuat kapasitas unit usaha menengah kecil dan mikro, menghubungkan penyedia teknologi dengan praktisi industri, meningkatkan kapasitas SDM dan berperan sebagai model pabrikan.

Pusat inovasi ini akan bekerja sama dengan Balai Besar Industri Agro di Bogor, Jawa Barat.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Aiko Senosoenoto dari Eki Dance Company (Foto Amz)

Sabtu, 24 Agustus 2019 - 15:00 WIB

Komunitas, Jadi Salah Satu Alternatif Pengembangan Seni Tari di Indonesia

Tumbuhnya berbagai komunitas, termasul komunitas tari, menjadi salah salah satu titik penting dalam jejaring kesenian di Indonesia. Ketika banyak negara lain masih berkutat dalam sekolah seni,…

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (dok INDUSTRY.co.id)

Sabtu, 24 Agustus 2019 - 14:48 WIB

Pasar Modal Tingkatkan Kontribusi Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan terus mengarahkan agar industri Pasar Modal lebih berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mendukung ekspor dan subtitusi impor, serta membuka lebih…

Sentra bawang merah

Sabtu, 24 Agustus 2019 - 14:42 WIB

DPR: Ekosistem Pengelolaannya Tersistematis

Jakarta - Meningkatnya Pendapatan Domestik Bruto (PDB) yang disumbangkan sektor pertanian pada Triwulan II- 2019 merupakan tanda makin tersistematisnya ekosistem pengelolaan usaha agraris di…

Ilustrasi Sawah (Dok. Kementan)

Sabtu, 24 Agustus 2019 - 14:34 WIB

Kementan Mampu Membuat Ekspor Melesat

Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) telah membuktikan capaian swasembada pangan melalui kemajuan ekspor selama periode Mentan Amran Sulaiman.

Mba Tutut (Foto Amz)

Sabtu, 24 Agustus 2019 - 14:00 WIB

Tutut Soeharto: YHK dan YDGRK Terus Berbakti untuk Indonesia

Dua Yayasan yang dulu pernah didirikan oleh keluarga mantan Presiden RI ke 2, HM. Soeharto yakni Yayasan Harapan Kita (YHK) dan Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan (YDGRK) sama sama berulangtahun,…