INDUSTRY.co.id - Jakarta-Diperkirakan IHSG akan berada di kisaran support 5758-5774 dan resisten 5812-5828. Tetap mewaspadai terhadap sentimen-sentimen yang dapat membuat IHSG kembali melemah.
"Adanya rilis suku bunga acuan Bank Indonesia yang disertai optimisme para pejabat, terutama dalam penyusunan APBN 2019 tampaknya belum dapat memberikan imbas positif yang terimbangi dengan kenaikan imbal hasil obligasi AS dan USD,".ujar Analis Binaartha_Institutional Research Reza Priyambada di Jakarta, Senin (21/5/2018).
Sebelumnya pelemahan yang kembali terjadi masih merupakan kepanikan terhadap pelemahan Rupiah yang belum juga tertahan.
Pelemahan IHSG sebesar 32,61 poin atau 0,56 persen lebih besar dibandingkan pelemahan sebelumnya yang turun 25,54 poin atau 0,44 persen. Pergerakan IHSG berada di bawah target support 5792-5803.
Ia sodorkan saham-saham pilihan: UNVR Maintain buy selama dapat bertahan di atas 45975. Support 45650-45975 Resisten 46300-46475. PTBA Trading buy selama bertahan di atas 3600. Support 3580-3600 Resisten 3750-3780.
BMRI Maintain buy selama dapat bertahan di atas 6675. Support 6600-6675 Resisten 6950-7050. INKP Trading buy selama dapat bertahan di atas 14350. Support 14250-14350 Resisten 14550-14650. INDY Trading buy selama dapat bertahan di atas 3950. Support 3920-3950 Resisten 4020-4060
Pergerakan IHSG sempat mengalami kenaikan di awal perdagangan namun, tidak lama kemudian pergerakannya cenderung melemah. Masih adanya kekhawatiran berlebihan terhadap nasib pergerakan Rupiah yang kian terdepresiasi membuat pergerakan IHSG cenderung tertekan. Adapun sentimen dari dinaikannya suku bunga acuan Bank Indonesia yang dibarengi dengan membaiknya pergerakan bursa saham Asia tidak banyak berpengaruh pada kenaikan IHSG dimana pelaku pasar kembali melanjutkan aksi jualnya.
Asing mencatatkan nett sell Rp 689,42 miliar dari sebelumnya nett sell Rp 642,72 miliar.