INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diindikasikan mulai menggeliat naik pada awal pekan ketiga Mei 2018 ini di kisaran 5.721-6.002. Itu karena fundamental perekonomian nasional saat ini masih cukup kuat.
“Selain itu, membaiknya kinerja emiten-emiten BEI pada triwulan pertama tahun ini serta sikap optimistis para manajemen emiten yang baru melantai di bursa pasca penawaran umum perdana saham (PUPS) mereka tahun ini memberikan sentimen positif bagi kegiatan perdagangan saham di bursa,” papar William Surya Wijaya di Jakarta, Senin (21/05/18).
Analis PT Indosurya Securities tersebut mengemukakan, hal tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan pasar modal dalam jangka panjang masih cukup menjanjikan.
“Sedangkan tekanan terhadap indeks yang masih berpeluang terjadi disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk depresiasi kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada saat ini,” ungkap William.
Karena itu, demikian William, dengan adanya potensi kenaikan IHSG tersebut, maka para pelaku pasar diminta untuk mencermati saham-saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), PT Bank Jawa Timur Tbk (BJTM), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
“Mereka juga hendaknya mencermati saham-saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Wijaya Karya Beton (WTON) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM),” pungkas William. (Abraham Sihombing)