INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) akan mengembangkan sebuah kawasan rumah tapak dengan memberdayakan cadangan lahan seluas 27 hektar di Serpong, Provinsi Banten.

Advertisement

“Kami berencana mengembangkan sebuah kawasan perumahan kelas menengah di Serpong pada tahun ini. Untuk itu kami membutuhkan investasi bernilai sekitar Rp176 miliar,” ujar Warinton Simanjuntak, Direktur Utama BAPA, kepada industry.co.id usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Hotel Peninsula, Jakarta Barat, Jumat (18/05/2018).

Warinton mengemukakan, adapun rumah-rumah tapak yang akan dikembangkan di kawasan tersebut adalah rumah tapak untuk masyarakat kelas menengah atas dan tiap unitnya rata-rata ditawarkan seharga Rp300 juta ke atas.

Advertisement

Lebih lanjut Warinton menuturkan, pengembangan rumah tapak di kawasan itu akan dilakukan secara bertahap. Karena itu dana investasi untuk pembangunan proyek tersebut akan berasal dari dana yang ada pada kas internal perusahaan.

“Jadi awalnya, kami bangun sejumlah unit rumah tapak untuk masyarakat kelas menengah atas tersebut dengan menggunakan dana kas internal perseroan. Kemudian kami lakukan penjualan. Terus, uang hasil penjualannya akan kembali kami gunakan untuk membiayai pembangunan tahap kedua dan seterusnya,” papar Warinton.

Advertisement

Meski demikian, menurut Warinton, untuk mempercepat pengembangan proyek perumahan tersebut, adapula kemungkinan manajemen perseroan melakukan pinjaman dana dari pihak ketiga.

“Karena bagaimanapun juga, percepatan penyelesaian pembangunan sangat diperlukan agar perseroan dapat terus mengembangkan diversifikasi bisnisnya ke depan,” tukas Warinton.

Advertisement

Warinton mengakui, salah satu diversifikasi bisnis yang dilakukan perseroan saat ini adalah pengembangan hotel di Bali. Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu, pengembangan proyek tersebut belum dapat berjalan karena hingga kini manajemen perseroan masih mengurus izin kepada pemerintah setempat.

Pada 2017, perseroan membukukan lonjakan laba bersih hingga lebih dari enam kali lipat menjadi Rp12,930 miliar dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp1,798 miliar.

Menurut Warinton, lonjakan laba bersih tersebut karena pertumbuhan penjualan sebesar 15% menjadi Rp46,438 miliar pada 2017 dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp34,023 miliar.

“Kendati demikian, penurunan jumlah pinjaman ke berbagai bank hingga mencapai sebesar 37,8% mengakibatkan beban bunga perseroan berkurang banyak. Saat ini, perseroan masih memiliki pinjaman hanya ke Bank BTN saja. Itu juga menjadi faktor penting bagi lonjakan laba tahun lalu,” pungkas Warinton. (Abraham Sihombing)