INDUSTRY.co.id - Jakarta-Diperkirakan IHSG akan bergerak menguat kembali menguji resistance MA5 dengan rentan pergerakan 5765-5900. Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya BBRI, ANTM, LSIP, ELSA, PTRO, SMBR, ADHI.
Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas Indonesia mengatakan, secara teknikal IHSG kembali bergerak terkonsolidasi dengan pulled back resistance MA5 setelah mencoba break out resistance 5900.
"Indikator Stochastic terkonsolidasi negatif namun momentum secara indikator RSI masih bergerak cukup rendah membuka peluang pergerakan penguatan pada perdagangan diakhir pekan," ujar dia di Jakarta, Jumat (18/5/2018).
Kemarin, IHSG (-0.44%) ditutup melemah 25.54 poin dilevel 5815.92 dengan setelah sempat bergerak menguat ditengah spekulasi naiknya BI rate 25bps. Pada akhir sesi perdagangan ditekan turun dengan sektor Aneka Industri (-1.80%) dan Keuangan (-1.41%) yang menjadi pionir penekan IHSG melihat prospek suku bunga dan penjualan mobil dimana saham perbankkan dan ASII ditutup melemah. Investor asing masih tercatat net sell 642.72 Miliar rupiah dengan saham BBRI, BBCA, BBNI, UNVR dan ASII menjadi top net sell value.
Bursa saham Eropa dibuka menguat meskipun bursa Asia ditutup mixed. Indeks Eurostox (+0.29%), FTSE (-0.06%), DAX (+0.24%) dan CAC (+0.45%) dibuka pada zona positif. Meredanya sentimen geopolitik menjadi faktor utama. Harga minyak WTI memperpanjang keuntungan dengan naik diatas $72 per barrel.
Ekuitas Jepang ditutup menguat sedangkan di China dan Korea Selatan tertekan. Indeks Nikkei (+0.53%) dan TOPIX (+0.45%) naik sedangkan HangSeng (-0.54%), CSI (-0.74%) dan KOSPI (-0.45%) melemah. USD menguat pada mayoritas mata uang di Asia setelah imbal hasil 10th teasury AS memperpanjang kenaikanannya hingga 3.1% setealah adanya optimisme prospek ekonomi di AS.