INDUSTRY.co.id, Jakarta - Indonesia dapat melebihi target ekspor untuk tahun ini dengan menjadikan Australia sebagai destinasi pasarnya. Mengingat, industri otomotif di negara kangguru sudah berhenti dalam beberapa tahun terakhir.
Sejak tidak memiliki industri otomotif, Australia lebih mengandalkan impor untuk kendaraan. Pasarnya juga terbilang besar, sebesar 1,2 juta unit pertahun.
Meski demikian, industri otomotif dalam negeri belum dapat memaksimalkan hal tersebut. Daya ekspornya masih kalah saing dengan Thailand, untuk terus menyuplai mobil ke Australia.
"Tapi yang kami tahu, adalah ada pasar gede 1,2 juta di Australia. Cuma bagaimana merebut itu kan tidak mungkin dari Gaikindo, tidak mungkin dari APM sendiri" kata Sekertaris Umum Gaikindo, kukuh Kumara di Jakarta (26/1/2017).
Dengan dapat mengikuti pasar Australia tentunya tren ekspor akan terus meningkat. Indonesia sendiri saat ini masih berkutat dalam produksi mobil dalam segmen Multi Purpose Vehicle (MPV), tidak seperti Thailand yang sudah memproduksi kendaraan berjenis 4×4 dan doble cabin.
Berdasarkan data yang dikeluarkan Gaikindo, produksi ekspor Indonesia terus mengalami pertumbuhan dari 2010 hingga 2015, atau naik sebesar 27 persen.
Jika mencapai target, maka sepanjang tahun ini Indonesia akan mengekspor 224 ribu unit mobil ke semua negara tujuan.