INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) mengungkap sejumlah strategi bisnis yang akan menjadi fokus utama Perseroan sepanjang 2026. Mulai dari ekspansi dealer Honda ke Timor Leste, pengembangan layanan kendaraan listrik, hingga perluasan bisnis mobil bekas menjadi sorotan perusahaan di tengah dinamika industri yang terus berubah.
Strategi tersebut dipaparkan MPM Group dalam acara Media Gathering 2026 yang dikemas melalui kegiatan padel bersama media. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang perusahaan untuk memaparkan arah bisnis dan upaya memperkuat pertumbuhan berkelanjutan di seluruh lini usaha.
Di segmen distribusi dan ritel sepeda motor, MPMulia dan MPMMotor fokus memperkuat posisi pasar melalui peningkatan kualitas penjualan unit serta layanan purna jual. Perseroan juga terus mendorong profitabilitas yang berkelanjutan dengan menyesuaikan strategi terhadap kebutuhan pelanggan dan kondisi pasar.
Salah satu langkah ekspansi yang menjadi perhatian adalah masuknya MPMulia ke pasar Timor Leste. Perseroan telah melakukan penetrasi pasar sejak Mei 2025 dan hingga April 2026 telah mengoperasikan empat jaringan resmi Honda di Kota Dili yang melayani penjualan hingga purna jual.
MPMX menilai Timor Leste memiliki potensi pertumbuhan yang menarik dan dapat menjadi salah satu sumber kontribusi bisnis baru dalam jangka menengah.
Di sektor asuransi, MPMInsurance mengandalkan strategi diversifikasi portofolio dan pengembangan sumber pertumbuhan baru. Salah satu fokusnya adalah memperkuat produk perlindungan kendaraan roda dua yang dinilai semakin dibutuhkan masyarakat.
Perusahaan juga mempercepat transformasi digital guna mempermudah akses pelanggan terhadap layanan asuransi. Selain itu, MPMInsurance memperluas distribusi produk melalui berbagai kemitraan di sektor pembiayaan, gaya hidup, olahraga, hingga perjalanan dan akomodasi.
Sementara itu, bisnis penyewaan kendaraan melalui MPMRent diarahkan untuk menggarap sektor-sektor bernilai tinggi seperti pertambangan mineral, migas, dan jasa profesional. Perseroan juga melakukan berbagai langkah efisiensi melalui optimalisasi workshop, migrasi sistem ERP, serta otomatisasi proses operasional.
Menariknya, MPMRent mulai memperkuat pengembangan solusi green mobility dengan menyediakan layanan transportasi berbasis kendaraan listrik untuk kebutuhan korporasi. Langkah ini sejalan dengan tren mobilitas berkelanjutan yang semakin berkembang.
Di lini bisnis mobil bekas, AUKSI menargetkan ekspansi layanan secara agresif namun terukur. Jumlah lokasi operasional akan diperluas dari tiga menjadi 15 lokasi dengan memanfaatkan jaringan kantor cabang MPMRent.
Ekspansi tersebut diharapkan mampu meningkatkan volume kendaraan yang dilelang, memperluas jumlah peserta lelang, sekaligus memperkuat layanan kepada pelanggan di berbagai daerah.
Pada segmen jasa keuangan, JACCS MPM Finance Indonesia melanjutkan upaya pemulihan dan penguatan kualitas bisnis melalui peningkatan produktivitas, pengelolaan portofolio yang lebih disiplin, serta penguatan tata kelola perusahaan berbasis digital.
Group CFO MPMX Beatrice Kartika mengatakan, perusahaan terus berupaya memastikan setiap lini bisnis memiliki fondasi yang kuat untuk tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.
"Di tengah dinamika pasar yang terus berkembang, fokus kami adalah memastikan setiap lini bisnis memiliki fondasi yang semakin kuat untuk tumbuh secara sehat dan berkelanjutan. Kami terus memperkuat kapabilitas operasional, menjaga kedekatan dengan pelanggan, serta mendorong setiap entitas untuk tetap adaptif dan relevan terhadap perubahan kebutuhan pasar," ujar Beatrice.
Menurutnya, media juga memiliki peran strategis dalam membangun pemahaman publik terhadap perkembangan dunia usaha.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang interaksi yang lebih dekat sekaligus memperkuat kolaborasi yang telah terjalin selama ini," tambahnya.
Dengan berbagai strategi tersebut, MPMX optimistis dapat menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat ketahanan usaha di tengah tantangan ekonomi dan perubahan kebutuhan pasar yang terus berkembang.