INDUSTRY.co.id - Jakarta- Rupiah diestimasikan akan bergerak dengan kisaran pada kisaran support 13960 dan resisten 13925.Laju Rupiah diharapkan dapat kembali bergerak positif dengan memanfaatkan kembali melemahnya laju USD dan rencana BI tersebut.

"Meski rencana tersebut baru wacana dan hanya bersifat sementara untuk terapresiasinya Rupiah namun, dalam jangka pendek cukup membantu laju Rupiah untuk tidak terus melemah. Untuk itu, diharapkan kepanikan dapat mereda sehingga Rupiah dapat tertahan pelemahannya," kata
Analis Binaartha Institutional Research Reza Priyambada di Jakarta, Senin (14/5/2018).

Menurut dia, pergerakan Rupiah di akhir pekan pasca libur mampu berbalik menguat terhadap USD. Adanya imbas rilis inflasi AS yang di bawah estimasi pelaku pasar cukup direspon positif karena terkait dengan keputusan kenaikan suku bunga The Fed.

Dengan adanya rilis tersebut, sambung dia, memberikan persepsi akan tertundanya kenaikan suku bunga The Fed sehingga berimbas pada kembali melemahnya laju USD. Tidak hanya itu, rencana Bank Indonesia (BI) yang membuka peluang untuk menaikkan suku bunga acuannya 7 days repo rate untuk merespon terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga turut direspon positif.

"Adanya hubungan positif antara suku bunga dengan nilai mata uang membuat pergerakan Rupiah mampu menguat dengan memanfaatkan sentimen dari BI tersebut," katanya.