INDUSTRY.co.id - Jakarta-Rupiah diestimasikan akan bergerak dengan kisaran pada kisaran support 14100 dan resisten 14058. Pelemahan Rupiah masih terjadi seolah tidak ada sesuatu yang menghalangi pelemahan tersebut. Meningkatnya kembali permintaan akan USD seiring imbas naiknya imbal hasil obligasi AS memberikan dampak negatif pada pergerakan Rupiah.

Analis Binaartha Institutional Reza Priyambada mengatakan, masih tingginya permintaan akan USD membuat pergerakan Rupiah kehilangan momentum untuk berbalik positif. Diharapkan sentimen yang ada dapat lebih positif untuk menahan dan menghalau pelemahan lebih lanjut.

“Dari dalam negeri meski terdapat sejumlah sentimen positif namun, kurang dapat menghalangi pelemahan nilai tukar Rupiah. Adanya anggapan bahwa melemahnya nilai tukar Rupiah akan dapat berimbas positif pada kegiatan ekspor yang dapat meningkatnya cadangan devisa tampaknya tidak banya berpengaruh dimana Rupiah tetap melemah,” kata dia di Jakarta, Jumat (11/5/2018).

Sementara itu, Di sisi lain, pelaku pasar lebih memperhatikan rilis data inflasi AS karena nantinya berkaitan dengan keputusan The Fed untuk menaikan suku bunganya.

Pelemahan yang ada saat ini membuat sejumlah kalangan khawatir. Ditambah sentimen dari dalam negeri dianggap belum cukup kuat signifikan untuk mengangkat Rupiah. Adanya rilis inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan membuat laju USD sedikit turun. Untuk itu, diharapkan kepanikan dapat mereda sehingga Rupiah dapat tertahan pelemahannya.